Pekanbaru – Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Riau (DPP PWR) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-2 tahun melakukan kegiatan berbagi sembako kepada Panti Asuhan dan Masyarakat Kaum Dhuafa di Pekanbaru, Senin (12/4/2021).


Ketua Umum PWR, Ferizal menyampaikan bahwa pemberian sembako ini wujud kepedulian kami kepada masyarakat kota Pekanbaru terutama kepada anak panti asuhan dan para Kaum Dhuafa.


“Hari ini kami bersama jajaran membagikan sembako kepada salah satu Panti Asuhan di Pekanbaru yakni di Panti Asuhan Darul Ilmi dan kepada masyarakat Dhufa yang ada di sekitaran Kantor DPP PWR di daerah Marpoyan Damai,” beber Ferizal.



Ketum PWR, Ferizal saat penyerahan sembako kepada perwakilan Panti Asuhan Darul Ilmi Pekanbaru.

Selain memperingati HUT PWR, pembagian sembako ini juga bertepatan pada menyambut bulan Ramadhan, bulan dimana umat Muslim menjalankan ibadah puasa.


Hal ini kami lakukan agar masyarakat Pekanbaru bisa merasakan kehadiran PWR di Bumi Lancang Kuning ini, serta bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang mana dampak ekonomi akibat Pandemi Covid-19 cukup dirasakan.


Bersamaan penyerahan paket sembako (Beras, gula, Migor dan Masker, dll) kepada Panti Asuhan Darul Ilmi, turut juga dihadiri oleh Humas EMP Bentu Ltd Bapak Hansardi.


Sementara Ustad Roma perwakilan dari Panti Asuhan Darul Ilmi Pekanbaru mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pengurus DPP Persatuan Wartawan Riau kepada panti mereka.


“Alhamdulillah kami sangat bersyukur karena sudah mau berbagi kepada kami, semoga DPP PWR bisa makin berkah, dimudahkan rezekinya, terus berkembang dan maju lagi kedepannya,” ucap Ustad Roma semabari menutup pembicaraan.

 


Semangat gotong royong masyarakat masih terjaga baik seperti yang ditunjukkan oleh warga RT 07 Kelurahan Lbk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan, yang juga merupakan tetangga dan binaan dari PT Sari Dumai Sejati (Apical). 


Pada hari Minggu 4 April 2021 kegiatan gotong royong untuk perawatan jalan utama ke area perumahan dan kebun warga dilaksanakan di bawah komando langsung RT 07 Bpk Syafrudin dan Ketua Pengelola dan Pemanfaatan Dana CSR, Bpk. M. Nasir


Pekerjaan perawatan jalan ini dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan sekitar 60 orang warga bersama ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama dan perwakilan dari PT Sari Dumai Sejati (Apical). Ada 20  truk batu split digunakan untuk perbaikan jalan ini  Kondisi jalan sebelum ditimbun jika hujan jalanan akan becek dan licin tentunya ini sangat mengganggu kegiatan sehari hari termasuk kegiatan perekonomian.  Dengan diperbaikinya jalan ini maka kegiatan perekonomian dan aktivitas lain tetap bisa berjalan dengan baik. Jalan ini digunakan oleh lebih 170 KK.

Warga semangat dan antusias untuk perbaikan jalan ini dan berharap agar perawatan jalan tetap dilanjutkan sampai mendekati ke area perkebunan.

Ini merupakan perawatan Jalan Tahap II yang mana sebelumnya telah dilaksanakan perawatan jalan Tahap I dengan panjang sekitar 1,2 KM, kegiatan perawatan Jalan Tahap II kali ini mencapai 800 Meter.

Dukungan dari perusahaan dalam hal ini PT Sari Dumai Sejati (Apical) masih sangat diharapkan. Warga tahu bahwa pendanaan untuk material berupa batu split sepenuhnya ditanggung oleh PT SDS yang disalurkan melalui Badan Pengelola dan Pemanfaatan Dana  CSR RT07.


Hal ini diamini oleh Ketua RT 07 Bpk Syafrudin dalam rangka meningkatkan hubungan yang lebih harmonis dan saling menguntungkan atas kehadiran perusahaan. 


Manager SSL Bp. Ferry Siahaan menyampaikan apresiasi kepada warga atas semangat gotong royong yang sudah ditunjukkan dan ini kita perlu pertahankan sebagai salah satu kearifan lokal.

 


Kepulauan Meranti - Tunjukkan bukti kesetiaan cinta, HS (40) warga Banglas Kecamatan Tebingtinggi yang merupakan tahanan kasus narkotika jenis sabu-sabu, melangsungkan pernikahan di Mako Polres Kepulauan Meranti. Kamis (08/04/2021) siang. 


Ia bersama tiga temannya ditangkap anggota dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Meranti saat mengantongi 9 paket Narkotika jenis sabu-sabu siap edar dengan berat 1,03 gram.


Penangkapan itu terjadi pada pertengahan Maret lalu, atau sekitar seminggu sebelum tanggal pernikahan HS dan kekasihnya, ST (35) warga Selatpanjang Timur.


Menjadi tersangka dan harus berada di balik jeruji besi, ternyata tidak memudarkan kekuatan cinta keduanya. Kini HS resmi mempersunting ST.


Kedua mempelai melangsungkan pernikahan di hadapan penghulu dari KUA Kecamatan Tebingtinggi.


Prosesi ijab kabul disaksikan keluarga dan kerabat dengan jumlah terbatas, dan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.


Petugas polisi berseragam juga tampak berjaga dan mengawal prosesi akad nikah hingga selesai acara berlangsung dengan aman dan lancar.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, mengakui jika pihaknya memfasilitasi pernikahan untuk tahanan tersebut.


"Ini merupakan salah satu bentuk pelayanan dari Sat Tahti Polres Kepulauan Meranti terhadap tahanan. Kita fasilitasi tahanan untuk melangsungkan pernikahan," ujar Eko.


Kini, MS dan ST sudah resmi menjadi suami istri. Namun untuk saat ini mereka belum bisa menikmati manisnya sebagai pengantin baru, karena MS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.    (DIL)

 


Kepulauan Meranti - Sebagai wujud melaksanakan tugas dan fungsi anggota Legislatif di bidang pengawasan, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Pemerintah Kecamatan (Pemcam) yang ada di Kabupaten termuda se-Provinsi Riau. 


Pasca kunjungan ke Kecamatan Pulau Merbau yang dilakukan beberapa waktu lalu, kali ini Komisi I kembali melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kecamatan Rangsang Barat (Rasbar). 


Kali ini monitoring ke sejumlah Kecamatan dimaksudkan agar Pemcam serta Pemerintah Desa dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan kedepan disegala aspek. 


Disela monitoring tersebut juga tampak dilapangan pihak Komisi I DPRD Meranti sempat berdialog guna menyampaikan beberapa persoalan, menampung aspirasi masyarakat melalui Camat dan para Kepala Desa se-Kecamatan Rangsang Barat, Rabu (07/04/2021).


Kunjungan kali ini dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Meranti, Pauzi SE MIKom yang didampingi Wakil Ketua Komisi I, Boby Haryadi, sekretaris Komisi I, Al Amin A SPd, anggota Komisi I, Sopandi SSos, Darsini SM, Auzir, Khosairi SHi MPdi, Dr M Tartib SH MSi dan Dedi Putra SHi.


Kehadiran rombongan Komisi I DPRD Meranti terlihat disambut langsung Camat Rangsang Barat, Juwita Ratna Sari, SFarm APt beserta staf pemerintah Kecamatan Rangsang Barat dan para Kepala Desa se Kecamatan Rangsang Barat. Dalam pertemuan itu sejumlah Kepala Desa menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan dan masukan terhadap persoalan diantaranya, terkait sistem pemerintahan, pembangunan, kesehatan, peningkatan ekonomi masyarakat, air bersih, hukum dan lain sebagainya.



Menyikapi aspirasi tersebut, Ketua Komisi I DPRD Meranti, Pauzi SE MIKom menyampaikan bahwa berbagai masukan, keluhan dan aspirasi yang disampaikan oleh Camat maupun Kepala Desa yang berkaitan dengan persoalan di bidang Hukum dan Pemerintahan, akan dibahas pada saat rapat kerja dengan OPD-OPD mitra Komisi nanti, selebihnya akan disampaikan kepada rekan-rekan Komisi lain di DPRD yang membidangi urusan terkait persoalan tersebut.


“Semua aspirasi bapak dan ibu kami tampung hari ini guna ditindaklanjuti dalam rapat kerja bersama Dinas terkait nantinya, namun aspirasi yang disampaikan tadi diluar bidang Komisi I yakni hukum dan pemerintahan maka tetap akan kami sampaikan dengan rekan Komisi lainnya sesuai bidang masing-masing untuk dapat segera dibahas, dan dicari jalan keluarnya nanti,” ucap politisi Partai Golkar itu.


Lebih lanjut Pauzi mengingatkan, secara umum dihimbau semua jajaran agar tetap menjaga sinergitas antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sembari Kepala Desa melakukan pendataaan berbagai potensi pembangunan ekonomi masyarakat di desa serta diminta untuk memperhatikan dan menguasai aturan hukum yang berlaku agar terhindar dari persoalan hukum dikemudian hari dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pemerintahan.


“Kami dari Komisi I menghimbau untuk penyelesaian segala bentuk pendataan administrasi pemerintahan dipandang perlu agar pemerintah desa memiliki data yang konprehensif. Hal ini penting dengan tujuan ketika suatu saat data tersebut dibutuhkan untuk berbagai program pembangunan baik ditingkat pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dalam hal ini Pemerintah Desa sudah siap dan lebih mudah kedepan,” bebernya.


Pauzi mengajak kepada Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kecamatan perlu mempersiapkan diri dalam menyambut program strategis Pemkab Meranti sesuai program Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti saat ini. Disamping itu juga, perlunya Pemerintah Desa terus menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai pihak terkait sehingga semua program dapat berjalan dan cita-cita kita bersama guna meningkatkan ekonomi masyarakat kedepan dapat tercapai dengan baik, ungkapnya.


Diakhir kunjungan, Komisi I bersama Camat dan Kepala Desa berkesempatan meninjau UPT Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Rangsang Barat yang beberapa waktu lalu telah dilaksanakan launching layanan Tanda Tangan Elektronik (TTE) Administrasi Kependudukan oleh Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil SH.


Dimana melihat kondisi UPT Disdukcapil Rangsang Barat tersebut, Komisi I DPRD Meranti mendukung pembenahan fasilitas UPT dalam upaya meningkatkan pelayanan secara prima kepada masyarakat kedepan, dengan harapan UPT Disdukcapil Rangsang Barat benar-benar layak menjadi UPT Disdukcapil percontohan di Kepulauan Meranti nantinya. (ADV)

 


Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Dumai Rejeki Putra Ginting menerima kunjungan Audiensi perkumpulan Kantor Berita Swasta (KBS) Kota Dumai, dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kemitraan, Rabu (07/04/2021).


Silaturahmi tersebut dipimpin langsung Ketua KBS Kota Dumai, Iwan Iswandi, SE didampingi sejumlah pengurus, antara lain, Wakil Ketua Organisasi Hendri D, Wakil Ketua Hukum Armen Johar dan Bendahara Iskandar Muhammad.



Rejeki Putra Ginting mengatakan, selama masa pandemi ini, pihak Imigrasi Dumai menerapkan protokol kesehatan Pandemi Covid-19. Mengecek suhu tubuh, mencuci tangan dan selalu memjaga jarak saat berada di ruangan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Dumai.


"Kedepan kami berharap bantuan dari perusahaan media untuk bekerja sama yang baik, karena kami sangat mengharapakan saran dan masukkan agar pelayan lebih maksimal,” ujar Rejeki Putra Ginting.


Sementara itu, Ketua KBS Dumai Iwan Iswandi, SE mengucapkan, banyak terima kasih atas audiensi, dengan harapan terjalin kemitraan serta sinergitas antara KBS Dumai dengan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Dumai.


“Semoga solid menjadi mitra dalam publikasi pemberitaan terkait keimigrasian. Ini merupakan pertemuan silaturahmi sekaligus membicarakan rencana-rencana kerjasama yang akan dilakukan KBS atau kerjasama perusahaan pers dengan pihak Imigrasi," tutup Iwan Iswandi.


Usai pertemuan silaturahmi yang berlangsung dengan suasana keakraban tersebut dilanjutkan dengan foto bersama Kakan Imigrasi Kelas II TPI Dumai bersama jajaran Pengurus KBS Dumai.*



DUMAI,- Seorang supir pickup L300 bermuatan kayu arang diduga dari Lubuk Gaung, AM (59) diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Dumai.

mobil L300 bermuatan kayu arang bakau tersebut awalnya diamankan aparat TNI saat berada di kawasan Purnama.

Anggota Intel TNI Dandim 0320 Dumai tersebut menghentikan laju kendaraan pengangkut arang bakau yang diduga tidak memiliki izin atau dokumen dari pihak yang terkait.

Saat dihentikan, pengemudi tersebut mengakui bahwa barang tersebut akan dikumpulkan di salah satu gudang yang berada di Kecamatan Dumai Kota, sebelum dibawa ke Pekanbaru.

Dari pengakuan pengemudi, barang tersebut diperolehnya dari salah seorang warga Kecamatan Sungai Sembilan yang bernama Junaidi.

Dijelaskannya juga, setiap karungnya dibayar sekitar 80 ribu rupiah dan akan dibawa ke sebuah gudang yang berada di kecamatan Dumai Kota sebelum diberangkatkan ke Kota Pekanbaru.

“Saya tidak tahu kalau membeli arang manggrove ini bermasalah, kata dia (Junaidi, red) kalau ada apa-apa akan bertanggung jawab dan hubungi dia,” kata AM.

Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudistira SIK melalui Penyidik Tipiter Polres, Bripka Hengki, membenarkan telah mengamankan kayu arang yang dibeli AM merupakan barang yang berasal dari Junaidi.

“Ya benar, kita ada melakukan penahanan satu pick up L300 muatan arang manggrove milik Junaidi, dan ini temuan dari teman-teman di TNI, sekarang kita lagi mendalami dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Hengki dikutip dari Detik12.

Supir dan satu unit kendaraan beserta muatan, dikatakannya telah diamankan pihaknya untuk mendalami lebih lanjut.

“Seluruh barang bukti telah kita amankan, untuk pengemudi saat ini masih kita mintai keterangan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” katanya mengakhiri.

Sumber: Detik12

 


Kepulauan Meranti - Gerakan Milenial Berbagi Peduli (GMBP) kembali salurkan bantuan untuk Dodi Hermansyah yang mengalami gizi buruk di wilayah Banglas Barat Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Kepulauan Meranti. Minggu (04/04/2021) Pagi. 


Adapun bantuan berupa sembako dan uang tunai dari Srikandi perjuangan pemekaran Meranti Hj. Jahlelawaty Djaafar SH, nantinya akan diserahkan kepada Desi Suryani selaku orang tua Dodi melalui Ketua GMBP yang diwakili oleh Wira Agustria dan didampingi Juwita Ratna Sari. 


Disaksikan ketua RT setempat, "Semoga bantuan ini dapat membantu keluarga ananda Dodi dan mudah mudahan dapat mengetuk pintu hati para dermawan untuk ikut serta dalam membantu meringankan beban biaya pengobatan ananda kita," kata Wira


Ia juga mengungkapkan bahwa informasi ini diperoleh dari salah satu akun pengguna media social Facebook, dan tentu saja mendapatkan respon positif dari Hj. Jahlelawaty untuk membantu meringankan biaya pengobatan. (DIL)

 



DUMAI- Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Koordinator Wilayah (Korwil) Kota Dumai resmi dilantik, ketua terpilih berjanji siap memajukan dunia otomotif di kota yang berada di pesisir Provinsi Riau.


Pelaksanaan pelatikan kepengurusan IMI Korwil Dumai dilaksanakan di lantai II The Zuri Hotel, dimana dihadiri oleh Wakil Walikota Dumai, Amris, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Dumai AKBP Andri Ananta Yudisthira dan Ketua DPRD Kota Dumai Agus Purwanto serta Ketua Koni kota Dumai.


Selain itu, pengurus MPC Pemuda Pancasila Kota Dumai dan KNPI Kota Dumai juga terlihat hadir bersama sejumlah club otomotif.


Ketua IMI Korwil Dumai terpilih Rendy Firdaus dan jajaran dilantik langsung oleh ketua IMI Provinsi Riau, Agung Nugroho.



Dalam sambutannya, Rendy Firdaus mengatakan, setelah dirinya dan jajaran dilantik akan menjalankan roda organisasi sesuai dengan jalur yang telah ditetapkan oleh organisasi tersebut.


"Kita siap memajukan dunia otomotif di Dumai terutama dibidang olahraga balap, baik motor maupun mobil, kata Rendy Firdaus saat membacakan sambutan.


Agung Nugroho yang merupakan ketua IMI Provinsi Riau berharap kepengurusan IMI Dumai kedepan dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.


"Saya harap, kepengurusan ini tetap ada dan ada kontribusinya kepada masyarakat dibidang olahraga otomotif," kata Agung Nugroho.


Wakil Walikota Dumai, juga berpesan kepada seluruh pengurus untuk bisa menjadi mitra kepolisian terkait lalu lintas.


"Saya ucapkan selamat kepada pengurus IMI yang baru dilantik, kedepan bisa memberi contoh kepada masyarakat dalam tertib berlalu lintas," kata Wakil Walikota Dumai mengakhiri.

 

Afran Arsan

DUMAI - Afran Arsan adalah merupakan salah seorang Wartawan Senior di Dumai dan merupakan Putra asli Kota Dumai dengan karya Jurnalistik nya yang cukup mumpuni dimata publik. Dan ia juga memiliki segudang pengalaman dalam hal pengelolaan serta pengembangan sebuah perusahaan yang ia jalani. 


Sudah seharusnya Badan Usaha Milik Daerah ini mampu meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan maksimal, mangingat Dumai merupakan Kota industri dengan bermacam peluang. Untuk itu Afran mengaku optimis mampu meningkatkan pemasukan dari BUMD yang bergerak di kepelabuhanan tersebut milik pemerintah Dumai ini.



Menurut Afran, bahwa dirinya terpanggil untuk membenahi PT.Pelabuhan Dumai Berseri yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milim pemerintah Daerah . Yang mana ia menilai dan mengamati, selama ini perkembangan BUMD dalam beberapa tahun terakhir, menuai beragam polemik yang mencuat kepermukaan.


“Saya menilai, perlu kerjasama ditubuh Direksi PT.PDB yang menyangkut pengembangan usaha di BUMD. Dan tentunya harus diduduki oleh orang-orang yang mumpuni untuk mengelola perusahaan milik Daerah tersebut, agar perusahaan milik daerah tersebut dapat berkembang," ujar alumni Fakultas Ekonomi salah satu Perguruan Tinggi di Sumut ini.


Afran juga mengatakan, dirinya optimis lolos mengisi kekosongan Direksi PT. PDB tersebut,"Jika ditanya optimis saya lolos mengisi kekosongan Direksi, tentunya saya optimis. Usaha sudah dilakukan, berhasil atau tidaknya hanya Allah SWT lah yang tahu." tandas Afran Arsan.


Rencananya, pengumuman direksi BUMD ini akan diumumkan akhir bulan April ini pasca seleksi test tertulis yang digelar panitia seleksi rabu kemarin.(Red)

 

Foto LPMK, RT beserta warga sekitar jalan Sejahtera


DUMAI - Masyarakat Jalan Sejahtera akhirnya bisa menikmati akses jalan mulus setelah bertahun-tahun jalan yang rusak dan berlumpur dikala musim penghujan, kini dibangun oleh dinas PUPR Kota melalui Bidang Bina Marga pada Rabu 31/03/2021.


Pembangunan jalan yang terletak diantara RT 06 dan 020 di Kelurahan teluk Binjai, Kecamatan Dumai timur ini setelah masyarakat sekitar menyampaikan permintaan semenisasi kepada pemerintah melalui Rudi Hartono selaku anggota DPRD Kota Dumai beberapa pekan lalu.

Momen ketika Rudi Hartono menampung Aspirasi warga sekitar jalan Sejahtera beberap waktu lalu


Melihat kondisi jalan yang lumayan parah, Rudi merasa ini menjadi prioritas dan langsung meminta bantuan kepada dinas PUPR melalui Reza Pahlefi, ST Kepala Bidang Bina Marga.


" Alhamdulillah saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada dinas PUPR Dumai Khususnya Kabid Bina Marga pak Reza, karena telah mebangun jalan ini melalui kegiatan rutinnya," tutur Rudi Hartono.


Dikisahkan Rudi, bahwa tindakan yang dilakukan oleh Reza selaku Kabid Bina Marga dinas PUPR ini layak di apresiasi karena tanggap akan keluhan Masyarakat.


" Beberapa minggu lalu warga sekitar menyampaikan keluhan terkait Jalan Sejahtera ini rusak parah, dan hampir tak bisa dilaui ketika hujan karena berlumpur. Saya langsung meminta bantuan kepada pak Reza selaku Kabid Bina Marga Dinas PUPR Dumai, Alhamdulillah beliau langsung menanggapinya," ujar Legislator yang juga menjabat sebagai ketua Fraksi PKS ini.


" Ini juga tidak terlepas dari dukungan RT 06 serta RT 20 dan LPMK Kelurahan Teluk Binjai, semoga kedepan kekompakan seperti ini terus terjalin demi  kemajuan kita bersama," tambah Tambah Rudi



Terkait pembangunan Jalan ini, warga sekitar merasa bersyukur memiliki wakil seperti Rudi Hartono yang benar - benar berjuang bersama Rakyat.


" Kita ucapkan terima kasih kepada Rudi Hartono yang memang benar-benar mendengar aspirasi serta berjuang untuk kepentingan Rakyat, kita bangga mempunyai wakil seperti beliau," ucap Edi salah seorang warga didampingi Ketua LPMK Kelurahan Teluk Binjai dan beberapa warga lain. (Red)

 


Rabu 31 Maret 2021 ditemukan Jenazah tanpa Busana di Pesisir Pantai Waihaong, Kota Ambon. 

Sampai saat ini Polisi belum mampu memberikan keterangan apa penyebab dari Kematian Jenazah Naas tersebut. 


Kamis, 11 Februari 2021 sekitar pukul 03.00 WIT terjadi Kasus Penganiayaan di jembatan Merah putih mengakibatkan salah satu pemuda di Kota Ambon Meninggal Dunia, Kasus Penganiayaan/pembegalan yang viral waktu itu pelakunya cepat tertangkap namun proses hukumnya sempat menuai protes oleh pihak keluarga korban dan Aktivis yang peduli dengan penegakan hukum kasus tersebut. 


Pada malam tahun baru 2021, terjadi pembunuhan di kawasan kampus PGSD Unpatti, kota Ambon, pembunuhan Tersebut dilakukan oleh rekan Korban akibat pengaruh minuman keras, 12 hari setelah kejadian barulah pelaku tertangkap dan Kronologi kejadian diungkap pihak Kepolisian. 


Sebelumnya juga pada Bulan November 2020 di temukan Jenazah yang tergantung di bawah pohon di kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon, Korban tanpa Identitas, setelah di temukan warga dalam keadaan jenazah membusuk barulah Polisi bergerak untuk melakukan penyelidikan. 


Sejumlah rentetan peristiwa  tersebut masih terekam betul dibenak Masyakat Maluku umumnya dan Kota Ambon khususnya, sehingga berdampak terhadap rasa tidak aman bagi warga. 


Menanggapi Peristiwa Tersebut, Ketua umum Badko HMI Maluku-Maluku Utara Firdaus Arey, Menyampaikan Peristiwa tersebut menggambarkan bagaimana kondisi Keamanan dan ketertiban warga di Maluku tidak dalam keadaan baik. 

Polisi, sebagai penegak hukumnya jangan lalai hadapi para pelaku kejahatan. 


Selama ini yang kita saksikan hanya upaya represif yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, setelah Ada Korban baru Polisi Bergerak. 

Kita seperti menyaksikan Parade Polisi di film-film India. 


Padahal kasus pembuhan dan kasus kriminal lainnya bisa dicegah oleh pihak Kepolisian lewat upaya  Prefentif, sehingga pelanggara  hukum dan upaya menyimpang lain yang terjadi di masyarakat bisa tercegah. 


Dengan mendorong partsipasi Public, memberikan pembekalan, sosialisasi, serta akses informasi yang luas dan Tidak berbelit belit, Pemahaman dan kesadaran masyarakat bisa ditingkatkan.


Harapan besar kami semoga Polda Maluku di Bawah kepemimpinan Irjen Pol Drs Refdi Andri tidak "Loyo" dalam menghadapi pelaku kejahatan dan lebih giat dalam upaya penegakan hukum yang Prefentif, sehingga Rasa aman dan ketertiban di masyarakat bisa diwujudkan. tutupnya.***

 


MAKASSAR - Rabu 31 Maret 2021. Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan dan Barat (Badko HMI Sulselbar) mengutuk aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) kemarin. 


"Kami dari Badko HMI Sulselbar mengutuk keras oknum yang melakukan aksi bom bunuh diri," tegas Ketua Umum Badko HMI Sulselbar, Lanyala Soewarno mengatakan, Rabu (31/3). 


Lanyala menandaskan, kejadian bom bunuh diri ini merupakan kegiatan yang tidak terpuji. Tidak ada agama yang membenarkan bentuk teror terhadap orang lain. Oleh karenanya, sekiranya agama tidak dijadikan sebagai latar belakang aksi tersebut. 


“harapan kami tentunya kepada masyarakat, sekiranya tetap waspada atas insiden tersebut. Mari kita bersama sama menjaga lingkungan sekitar kita agar tidak terjerumus pada hal hal yang menyesatkan seperti halnya bom bunuh diri tersebut. sinergi pemerintah, lembaga mahasiswa atau pemuda dan keamanan sekiranya bersama sama melawan paham radikalisme  ” harapnya. 


Atas kejadian yang menggemparkan itu, Lanyala  mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengevaluasi kinerja Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisam selama menjabat di Sulawesi Selatan. 


"Ini persoalan keamanan masyarakat Sulawesi Selatan, olehnya itu kami mendesak Kapolri untuk mengevaluasi Kapolda Sulsel, dan Budi Gunawan sebagai Kepala BIN untuk mengevaluasi juga Kabinda Sulsel" pinta Lanyala 


Ia juga minta kepada aparat keamanan untuk memperketat penjagaan rumah-rumah ibadah untuk menghindari dan mengantisipasi kejadian ini berulang.

Sekaligus, meminta partisipasi masyarakat untuk menghindari spekulasi dan hoax. 


“Kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, jurnalis media dan pihak keamanan, mari bersinergi untuk memberikan informasi yang jernih kepada masyarakat sambil menunggu hasil investigasi lebih jauh,” imbaunya. (**)

 


Pengurus Kordinator Wilayah (Korwil) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Dumai periode 2020 - 2022 segera dilantik. Dijadwalkan pelantikan, Sabtu (03/04/2021) mendatang di hotel The Zuri.


Direncanakan, Ketua IMI Provinsi Riau, H Agung Nugroho, SE yang langsung mengukuhkan kepengurusan IMI Korwil Dumai periode dua tahun kedepan yang dipimpin oleh Rendy Firdaus, SH.


Ketua Pelaksana Pelantikan IMI Korwil Dumai, Syamsuri Ahmad, SE mengungkapkan, pelantikan para pengurus pembina cabang olahraga (cabor) bermotor Dumai itu juga akan dihadiri sejumlah pejabat dan kepala daerah.


"Pelantikan akan dihadiri oleh kepala daerah Kota Dumai, DPRD Kota Dumai, Forkompinda Kota Dumai serta KONI Kota Dumai," sebutnya usai rapat kordinasi dan persiapan di pujasera Pagi Malam, Rabu (31/03/2021).


"Selain itu, kita juga mengungdang cabor dan para komunitas mobil dan sepeda motor yang tergabung dalam  IMI Korwil Dumai," sebutnya.


Sementara itu, Rendy Firdaus, SH Ketua IMI Korwil Dumai menjelaskan, rapat koordinasi persiapan pelantikan pengurus IMI Korwil Dumai sesuai dengan petunjuk dari pengurus IMI Provinsi Riau juga sesuai dengan SK yang diberikan.


"Kami sudah koordinasi dengan IMI Provinsi Riau. Untuk itu, kami bekerja berdasarkan petunjuk dari pengurus IMI Kota Dumai dan telah mendapatkan SK secara resmi," ucapnya di selah-selah kegiatan rapat  persiapan pelantikan.


Selaku anak muda di Dumai khususnya di bidang otomotif, ia berharap kepada seluruh tim motor yang ada di Dumai untuk dapat terus berkarya dengan sportifitas yang baik.


"Mari kita bersama-sama bergandengan tangan tanpa adanya melakukan hal-hal kurang baik, kita bisa menunjukkan sportifitas terlebih dapat mengangkat nama baik Dumai di bidang otomotif," harapnya.*



Pekanbaru – Perwakilan Kantor Pantai Hospital Ayer Keroh di Pekanbaru Riau gelar temu Pers bincang sehat seputaran Penyakit tulang, dimana dari Pantai Hospital Malaysia menghadirkan sebagai pemateri Consultan Orthopaedic Surgeon

DR Fabian Chong Tien Fook. Bincang sehat ini berlangsung secara Virtual, Selasa 30 Maret 2021.


DR. Fabian Chong Tien Fook menyampaikan bahwa tulang merupakan salah satu penggerak bagi tubuh, bilamana ada bermasalah, maka tubuh akan terasa tidak nyaman untuk digerakkan. Permasalah pada tulang selain adanya faktor insiden, bisa juga disebabkan faktor usia. Misalnya, tulang punggung lama-kelamaan menjadi kurang protektif dan menjadi sempit seiring bertambahnya usia.


Ketika sumsum tulang belakang kehilangan elastisitasnya, orang bisa mengalami sakit punggung parah yang menurunkan kualitas hidup mereka sehingga tugas sehari-hari terhambat.


Cara pengobatannya dengan cara pembedahan, pembedahan tulang belakang, suatu pilihan atau keharusan karena saat ada kecelakaan tulang belakang, itu adalah permasalahan yang yang butuh solusi.


Doktor Febian juga menjelaskan perbedaan antara saraf kejepit dengan penyakit tulang punggung. Jika saraf kejepit, maka sakit yang dirasakan bisa menjalar dibagian tubuh lainnya bahkan bisa terasa sakit hingga ke kaki, dan selalu berpindah. Sementara jika sakit tulang, selalu merasakan sakit pada satu tempat saja.


“Tentu disarankan untuk melakukan pengecekan ke rumah sakit terlebih dahulu baru bisa mengambil penanganan medis,” jelasnya.


Bekerja selama 17 tahun sebagai dokter spesialis ortopedi, Fabian mengatakan, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum pasien menjalani pembedahan tulang.


Gambaran pembedahan bagi pasien yang mengalami ketidakkenyamanan pada tulang belakang adalah solusi. Sebagai dokter spesialis bedah ortopedik, dia sering mengingatkan pasien bahwa setiap pembedahan tulang adalah pembedahan “major” dan mempunyai risiko tertentu bergantung kepada jenis dan faktor sakit tulang dialami oleh pasien.


Sebagai contoh, pasien yang mengalami slip di tulang rawan keluar dari saraf, pilihan pengobatannya adalah menjalani pembedahan.


“Namun apabila pasien yang mendapatkan perawatan belum lumpuh dan masih bisa berjalan, maka akan diberikan perawatan lewat obat nyeri atau suntikan, serta menjalani fisioterapi, tidak harus menjalani pembedahan,” kata dokter lulusan MS Ortho, Fellowship in Arthroplasty Lindenlohe, Jerman itu.


Ia pernah mengobati pasien wanita asal Vietnam yang mengalami kecelakaan gudriblegia (kelumpuhan pada syaraf belakang), yang mana kecelakaan itu terjadi pada tulang bagian cervical (C) 5 hingga C6 termasuk kecelakaan di bagian saraf tunjang yang mengganggu pernapasan akibat jatuh dari tempat yang tinggi.


Dari pemeriksaan didapati sendi tulang antara CS dan terkehel atau (subluxasation), yaitu kedua sendi itu lari dari tempat asal sehingga menyebabkan tulang tersebut terkena saraf tunjang yang mengawal pernapasan.


Pembedahan dilakukan dengan memasukkan besi ke dalam tulang belakang pasien agar sendi tersebut stabil, dan memastikan saraf yang bersangkutan dapat sembuh.


“Kami dalam praktik di rumah sakit kerajaan memberikan waktu hingga sembilan bulan, untuk pulih termasuk memastikan pasien melakukan perawatan dan menjalani rehabilitasi,” katanya.


Pasien yang dulunya terbaring akibat kecelakaan tulang, dalam waktu setahun mulai menggerakkan tangan dan kakinya, dan berlanjut pada fisioterapi.


Bagi pasien yang ada masalah pada tulang dan hendak berkonsultasi dengan doktor spesiytulang dari Pantai Hospital, pada saat ini di Pantai Hospital Ayer Keroh mengadakan layanan konsultasi daring bagi pasien asal Riau.


Nah untuk berobat ke rumah sakit Pantai Ayer Keroh Melaka Malaysia atau menanyakan segala informasi, dapat menghubungi kantor perwakila Pantai Hospital Ayer Keroh di Pekanbaru di Jalan Teratai No. 202 A Sukajadi Pekanbaru No Hp. 0812 7736 1440 atau (0761) 8654344.



Foto Pantai Hospital Ayer Keroh, Malaysia.

Informasi Rumah Sakit Pantai Hospital Ayer Keroh


Rumah Sakit PANTAI HOSPITAL AYER KEROH berdiri kokoh dengan lebih 200 tempat tidur di bawah sayapnya, yang terletak sekitar 5 km dari persimpangan tol Ayer Keroh di kota bersejarah, rumah sakit Pantai Melaka.


Yang di dukung lebih dari 90 spesialis medis termasuk pusat kanker, layanan gigi, lab kateterisasi jantung, operasi jantung, hemodialisis dan gawat darurat.


Pantai hospital Ayer Keroh berdiri pada tahun 1986 lalu di pindahkan ke lokasi sekarang pada tahun 1995, yang lokasinya saat ini hanya 5 km dari persimpangan tol Ayer Keroh di kota Bersejarah Melaka.


Rumah Sakit Pantai Hospital Ayer Keroh adalah salah satu group dari 14 rumah sakit yang di operasikan oleh Pantai Holdings Sdn Bhd Group, Rumah sakit pantai hospital Ayer Keroh merupakan bagian dari parkway pantai limited, anak perusahaaan IHH Healthcare Berhad(HH).


Rumah Sakit Pantai Melaka yang komitmen terhadap kenyamanan pasien dan penyembuhan holistik telah menjadi pilihan utama bagi pasien di wilayah selatan malaysia serta bagi para wisatawan medis.


Spesialis layanan di Pantai Hospital Ayer Keroh diantaranya:


– Bedah Anak-anak

– Anestasi dan Penjagaan Kritikal

– Audiologi

– Bedah Hepatobilari

– Bedah Mulut dan Maxilofacial / Muka

– Bedah Plastik

– Bedah Toraja dan Jantung

– Bedah Tulang, Tulang Belakang, Tulang Ekor, Sendi, dll

– Bedah Umum dan Kolorektal

– Bedah Saraf dan Otak

– Endoskopi

– Endokrin

– Fisioterapi

– Gigi

– Ginjal

– Hematologi

– Hemidialisis

– Hepatologi, Usus dan Pencernaan

– Histopatologi

– Kandungan dan Kebidanan Onkologi

– Kandungan dan Kebidanan

– Kardiologi

– Kesehatan Umum

– Konsultasi Diabetes

– Kulit

– Mata

– Neurologi / Saraf Otak

– Onkologi

– Patologi

– Pengimejan

– Pengobatan Pernafasan

– Penyakit Dalam

– Penyakit Infeksi

– Psikiater/ Jiwa

– Radiologi

– Telingan, Hidung dan Tenggorokan

– Unit Diatetik

– Urologi / Saluran Kencing

– Rawatan Pernafasan.


Penulis: Ferizal

 


DUMAI - Kegiatan kepelabuhanan Pelindo 1 Cabang Dumai semakin menggeliat. Selain melayani kegiatan curah cair dan curah kering serta jasa penundaan dan pemanduan kapal.


Perusahaan semi plat merah ini juga merambah bisnis kegiatan bongkar muat pelayanan ekspor  kontainer atau peti kemas yang berskala international.


Pelindo 1 Dumai sukses melaksanakan pemuatan sebanyak 25 boks peti kemas untuk diekspor ke Port Klang, Malaysia, Ahad (28/03/21).


GM Pelindo I Cabang Dumai Jonedi Ramli mengatakan pemuatan peti kemas tersebut merupakan yang perdana di tahun 2021 ini. Dalam kegiatan pemuatan peti kemas ini pihaknya bekerja sama dengan perusahaan pemilik peti kemas yakni PT Sagara Mitra Abadi. Pemindahan peti kemas dari trailer ke tongkang menggunakan shore cran


sennebogen berkapasitas 45 ton. Kegiatan muat peti kemas dimuat diatas tongkang BG BH 2 pada 28 Maret 2021 pukul 22.50 WIB. Dan keesokan harinya pada pukul 07.00 WIB, tongkang bersama puluhan peti kemas tersebut langsung bergerak menuju Port Klang, Malaysia.


  "Sebanyak 25 box peti kemas telah kita ekspor ke Port Klang Malaysia melalui Dermaga C Pelindo 1 Cabang Dumai, alhamdulilah semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan" ujar GM Pelindo I Dumai Jonedi Ramli, Senin (29/03/21).


  Jonedi berharap kegiatan perdana ekpor peti kemas ke jalur international ini menjadi titik tolak berkesinambungannya kegiatan ekspor dan impor peti kemas antar manca negara.


Pelindo 1 Dumai lanjutnya telah mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadai dalam mendukung kelancaran kegiatan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Dumai.


  "Kita memiliki fasilitas yang sangat memadai baik dari sisi container yard (lapangan penumpukan peti kemas) serta didukung dengan peralatan bongkar muat dan alat berat reachtaker yang selalu siap pakai disertai dengan operator yang kompeten dan handal," ungkap Jonedi Ramli.


  Sementara itu Direktur Utama PT Sagara Mitra Abadi, Yudi mengakui pengiriman peti kemas melalui Dermaga C Pelindo Dumai lebih efisien dibandingkan dengan daerah lainnya. Sebab, jarak tempuh dari Pelabuhan Dumai ke Port Klang diperkirakan hanya memerlukan waktu sekitar 20 jam perjalanan.


  "Kami memilih Pelabuhan Pelindo Dumai karena posisinya yang strategis dan dekat dengan Port Klang, di sisi waktu sangat efesien diperkirakan hanya 22 jam saja sudah.


sampai ke pelabuhan tujuan, sementara jika kita menggunakan pelabuhan lainnya bisa-bisa baru sampai dalam 3 hari perjalanan," ungkap Yudi.


 


 


 


Press Release: Humas Pelindo Dumai.


 


PEKANBARU - Aksi Bom bunuh diri yang terjadi beberapa waktu yang lalu di depan Gereja Katedral Makasar merupakan perbuatan yang bukan hanya melanggar HAM namun juga perbuatan yang dilarang keras oleh setiap Agama.


BADKO HMI Riau-Kepri sangat menyayangkan perbuatan yang dilakukan oleh pelaku yang sampai sekarang belum jelas motifnya.


Khairul Fadillah selaku Sekretaris Umum BADKO HMI Riau-Kepri menyikapi perbuatan ini sebagai perbuatan yang membuat masyarakat Indonesia berduka yang mendalam atas tragedi bom bunuh diri yang terjadi beberapa waktu yang lalu di tempat depan geraja katedral makasar


" Harapan kita Pemerintah harus serius dalam menyikapi aksi Bom bunuh diri yang terjadi di Makasar,karena jangan sampai hal yang serupa terulang kembali lagi yang sangat meresahkan masyarakat yang ingin beribadah. karena peristiwa bom bunuh diri di rumah ibadah sudah sekian kalinya terjadi" Ucap Khairul


Perbuatan bom bunuh diri bukan hanya kali pertama terjadi di Indonesia,namun sudah sekian kali terjadi terutama di tempat-tempat ibadah


" Kami meminta kepada Kapolri Jendral Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si  mengusut tuntas tragedi Bom bunuh diri yang terjadi di Makasar dan kami berharap peristiwa yang terjadi ini merupakan terakhir kalinya,serta menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dalam menjalankan ibadah" tutup Khairul

 


DUMAI - Peserta Kejar Paket C Program Bantuan Pendidikan PT. Pertamina RU II Dumai bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Madani Human Care (LAZ MHC) mengikuti kegiatan Character Building Outbound di Lapangan BKSDA Kota Dumai. Sabtu (27/03/2021).


Outbound ini merupakan agenda pembelajaran terakhir di luar ruangan sebelum ujian akhir paket. 


Kegiatan ini bertujuan untuk membangun karakter kepemimpinan dan kerja sama antar peserta sehingga diharapkan dapat menambah keakraban mereka. 


Adapun pelaksanaan kegiatan outbound bertemakan "Together We are Excellent" ini diselenggarakan oleh PT. Pertamina RU II yang diwakili langsung oleh fasilitator program dari LAZ MHC, bekerja sama dengan tim pengajar PKBM Homeschooling Prima Edukasi (HSPE) dan tim instruktur outbound dari Kelana Rimba Sejati (KRS) 


Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan diikuti dengan pengarahan dari Agus Wahyono S.Pd selaku Kepala Sekolah HSPE dan ditutup dengan pesan-pesan motivasi dari Manajer Fundraising LAZ MHC, Pebrianto yang turut menghadiri kegiatan ini. Acara inti terdiri dari permainan - permainan lapangan seperti Spider Web, Rapid Spaghetti, Moon Walk, Rob Ladder, Pick Up and Drop yang masing - masingnya memiliki peran untuk membangun karakter kepemimpinan, kerja sama tim, pemecahan masalah dan fokus para peserta.

  


Dumai (RIAU) - Pemerintah Kota Dumai melakukan road show bersama organisasi perangkat daerah dan team pengurus TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) ke perusahaan di Kawasan Pelindo 1, dengan titik pertemuan di ruang rapat Cipta PT Pelindo1 (Persero) Cabang Dumai pada sekitar pukul 09:00 wib Rabu 24 Maret 2021.


Pertemuan dan silaturahmi tersebut dalam rangka mewujudkan pembangunan dua icon penting di Dumai, yakni pembangunan Islamic center dan alun-alun Kota Dumai. 


Walikota Dumai H Paisal SKM MARS  dalam kata sambutannya mengucapkan terimakasih kepada PT. Pelindo Cabang I Dumai yang telah memfasilitasi pertemuan dan silaturahmi bersama perusahan yang berada kawasan pelabuhan Pelindo.



PT. Pelindo 1 Cabang Dumai sangat mendukung kegiatan pembangunan 2 icon Kota Dumai, untuk mengkordinir teknis kegiatan lanjutannya Walikota Dumai langsung menunjuk General Manager PT Pelindo 1 (Persero) Cabang Dumai Jonedi Ramli sebagai kordinator khusus untuk pembangunan icon alun-alun Dumai.


Menurut Walikota Dumai , pembangunan alun-alun Kota Dumai diperkirakan menelan dana sebesar 3.4 miliar. Untuk mewujudkan cita-cita besar ini perlu dukungan semua pihak termasuk semua perusahaan yang berada di Kota Dumai.


Melihat kondisi rapat yang berjalan lancar walaupun setiap perusahaan hanya yang hadir sebagai perwakilan menajemen, namun sebelumnya mereka sudah menyampaikan ide cemerlang ini kepada menajemen pada pertemuan sebelumnya di Hotel Grand Zury.


Dan intinya semua perusahaan yang hadir sangat mendukung kegiatan pembangunan icon ini dan secara teknis akan diadakan pertemuan lagi dibawah kordinasi PT Pelindo 1 Cabang Dumai. 


" Untuk menjadikan yang lebih baik kami siap mewujudkan pembangunan alun-alun sebagai sumbangsih PT Pelindo untuk pembangunan Kota Dumai," tegas General Manager ( GM) PT Pelindo 1 (Persero) Cabang Dumai Jonedi Ramli, SE.


Jonedi Ramli berharap TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) dimanfaatkan maksimal untuk membantu pemerintah merealisasi pembangunan alun-alun Kota Dumai. 


Sementara itu H. Johannes M.P. Tetelepta, S.H, M.M dari perwakilan Komisi III DPRD Kota   Dumai yang akrab di panggil bang Achi mengapresiasi jalannya rapat yang lancar, mulus dan seluruh perusahaan yang hadir mendukung gagasan Pemerintah Kota Dumai untuk pembangunan dua icon Islamic center dan alun-alun. 


Beberapa perwakilan perusahaan yang hadir diantaranya PT Naga Mas, PT Dumai Bulking, PT KLK, PT DPA, PT Ivomas, PT Sarana Tempa Perkasa, PT SAN, PT Bangun Solusi Indonesia.


" Alhamdulillah respon perusahaan luar biasa , komiten untuk bangun alun-alun sebagai icon Kota Dumai. Hasil pertemuan ini akan dilaporkan ke DPRD," sebut H. Paisal, SKM, MARS Walikota Dumai. (rls).



PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Riau serta PWI Riau menyampaikan protes dan keberatan terkait dengan adanya motif Melayu Riau dipatenkan pengusaha konveksi dari Bandung, Jawa Barat. 


"Kita dari LAM Riau segera menyurati Kementerian Hukum dan HAM, terkait didaftarkannya motif Melayu Riau di Direktorat HAKI oleh pengusaha asal Bandung," tegas Ketua LAMR Datuk Seri H Alazhar dalam Konferensi Pers di Gedung LAMR Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Selasa (23/3/2021).


Hadir dalam Konpers tersebut mantan Ketua LAMR Pelalawan Datuk Tengku Edi Sabli, Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang, perwakilan Dekranasda Riau Dahroni serta aktivis Pemuda Riau Rinaldi Sutan Sati. 


Protes dan keberatan LAMR serta Dekranasda bermula dari peristiwa seorang guru budaya Melayu disalah satu SMK di Pekanbaru berinisial ES, terpaksa berurusan dengan polisi, bahkan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Riau. Kasus yang menimpa ES adalah persoalan bisnis kain batik bermotif Melayu Riau yang merupakan hak komunal masyarakat Melayu Riau. 


Dihadapan datuk-datuk pengurus LAM Riau, Ibu ES menceritakan bahwa sebelumnya dia bekerjasama dengan salah seorang pengusaha di Kota Bandung untuk mencetak baju batik dengan motif Melayu Riau untuk anak-anak sekolah. 


Namun pada tahun 2017 dan 2018, ES memutuskan kerjasama dengan pengusaha dari Kota Bandung tersebut karena harga yang diberikan terlalu mahal. Sementara baju batik tersebut akan dipasarkan ke sekolah-sekolah di Riau. 


ES pun tak menyangka, akibat pemutusan kerjasama ini pengusaha di kota Bandung tersebut akhirnya mengklaim bahwa motif batik hak komunal masyarakat Melayu tersebut didaftarkan di Kemenkumham di Jakarta untuk mendapatkan HAKI. 



Sementara Dekranasda Riau pada tahun 2007  lalu telah mendaftarkan 44 motif batik Melayu di Kemenkumham Jakarta dan telah mendapatkan Sertifikat HAKI termasuk motif Melayu yang diklaim dan diaftarkan pengusaha asal Bandung tersebut. 


Hal tersebut disampaikan Dahroni Pengurus Dekrenasda Riau sambil melihatkan bukti-bukti fisik kepada wartawan yang mengikuti konfrensi Pers di Gedung LAM Riau. 


Menurut ES lagi, pengusaha garmen dari kota Bandung itu memberikan kuasa kepada salah seorang pengusaha tekstil di Pekanbaru untuk diajak berdamai serta meminta uang Rp.150 juta. Permintaan tersebut dikabulkan ES. 


"Setelah ditunggu-tunggu, kesepakatan perdamaian untuk mencabut laporannya tak dilaksanakan oleh pengusaha tekstil di Pekanbaru. Sehingga kasusnya terus dilanjutkan pihak dirkrimsus Polda Riau dengan akhirnya saya berstatus tersangka," Kata ES kepada wartawan di Pekanbaru. 


Tidak cukup dengan Rp.150 juta, pengusaha tekstil di Pekanbaru selaku yang diberi kuasa oleh pengusaha dari Bandung itu juga memintanya uang Rp.500 juta untuk perdamaian terakhir. Namun, permintaan tersebut ditolak ES. 


Menyikapi persolaan tersebut LAM bersama PWI Riau angkat bicara. 


Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Datuk H. Al Azhar mengatakan kasus ini aneh kalau mengikut alur dan patut budaya melayu. "Kita tidak mau hak komunal melayu Riau dipatenkan milik pribadi," Kata Al Azhar. 


Ditambahkan Al Azhar LAM Riau akan berkirim surat ke Kemenkumham untuk membatalkan HaKi yang diklaim oleh pengusaha garmen dari Bandung tersebut. 


Al Azhar menyebutkan apa yang dilaksanakan Dekrenasda Riau untuk mempatenkan motif batik Riau pada tahun 2007 lalu sudah sangat tepat. Karena Dekrenasda Riau adalah representasi LAM Riau sebagai lembaga pemerintah provinsi Riau. 


Motif batik-batik komunal budaya melayu Riau ini juga telah dibukukan pemerintah secara rapi dengan dua bentuk yaitu berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Buku-buku motif batik melayu ini telah disebar luaskan ke seluruh provinsi di Indonesia sebagai bentuk promosi daerah Riau. 


Hal senada juga disampaikan mantan Ketua LAM Pelalawan T. Edi Sabli yang saat ini menjadi pengurus LAM Riau. 


Edi Sabli hadir pada saat konferensi pers memperkuat keterangan ES. Sebab sebelum baju batik dengan motif Melayu ini dipakai oleh pelajar di sekolah, ES telah berkoordinasi dengannya dan membuat surat persetujuan. 


Sebab salah satu motif batik itu berasal dari Kabupaten Pelalawan. 


"Disayangkan jika diklaim secara pribadi. 

Kembalikan Hak Komunal masyarakat melayu Riau. Kalau memang perusahan di Bandung menempuh jalur hukum, maka kita akan dukung dengan jalur hukum. Karena negara kita negara hukum," Kata Edi Sabli. 


Sikap tegas demi menjaga marwah Riau atas kasus ini disampaikan Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang. Dia meminta pihak pengusaha Bandung untuk mencabut laporannya selambat-lambatnya 3 x 24 jam terhadap Ibu ES. Pasalnya, motif batik Melayu yang diklaim pengusaha tersebut sebagai miliknya sebagai awal mula perkara, ternyata sudah didaftarkan Dekranasda Riau sejak 2007 lalu. 


Kalau tidak mau mencabut laporan, PWI Riau mendorong LAMR dan Dekranasda Riau untuk mengambil langkah-langkah hukum terhadap pengusaha Bandung, sekaligus sebagai upaya untuk mempertahankan kekayaan budaya daerah Riau agar tidak diambil pihak lain. 


Dia menilai, kasus yang kini dihadapi Ibu ES sangat menyedihkan. Karena Ibu ES sudah berusaha dan bersusah payah untuk membangkitkan warisan Melayu Riau dan melestarikannya tiba-tiba tersandung kasus hukum. "Ibu ES ini harus kita bela bersama-sama," tegas Zulmansyah.***

 



BAGAN SIAPIAPI - Pembangunan sukur bor yang terletak di Kepenghuluan Parit Aman, Dusun Makmur Abadi hasilnya tidak sempurna. Hal ini diduga disebabkan kurangnya pengawasan oleh Badan Pengawasan Kepenghuluan (BPKep) Desa Parit aman terhadap pembangunan menggunakan anggaran sebesar Rp.193.211.359 yang berasal dari uang rakyat tersebut.


Hal ini disampaiakan oleh salah seorang warga dilingkungan pembangunan sumur tersebut kepada sorotlensa.com yang merasa kecewa atas pembangunan sumur bor ini yang asal jadi dan belum bisa dimanfaatkan.


" Bagaimna ini bisa bermanfaat, pembangunannya aja tidak sempurna karena kirang pengawasan pihak berwenang," ungkap warga tersebut.

"Seharus nya dengan dana sebesar itu air nya sudah bisa dipergunakan warga, untuk itu kami meminta direktorat Kabupaten Rokan Hilir segera meninjau proyek pembangunan sumur bor ini," tambahnya



Rencananya sumur bor ini akan dimanfatkan oleh RT 04 dan RW 02, namun dengan kondisi saat ini warga sekitar harus mengurungkan impian tersebut.


Hal ini membuat awak media ini meminta konfirmasi kepada Datuk Penghulu desa tersebut, namun hingga berita ini diterbitkan belum juga ada jawaban terkait hal tersebut.(Idrus)


Diberdayakan oleh Blogger.