Ilustrasi pencemaran laut Kota Dumai diduga akibat tumpahan minyak sawit mentah

SOROTLENSA, DUMAI - Laut Kota Dumai kembali tercemar. Sehingga warna air pun menjadi berubah warna, yang semulanya biru gelap kini menjadi oranye kemerah-merahan. 

Tercemarnya air laut itu diduga karena tumpahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) milik PT Minamas Gemilang yang diperkirakan sebanyak 2 ton, terjadi di Dermaga B PT Pelindo I Cabang Dumai.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari sumber yang enggan disebutkan namanya, jika kejadian ini merupakan kelalaian dari perusahaan tersebut. 

Pasalnya tongkang yang bernama Teratai  Merah III pengangkut CPO itu sedang bongkar ke tangki timbun milik PT Nagamas Palmoil Lestari sehingga meluber kemana-kemana dan tampak jelas di permukaan air laut, Jumat (10/8/18) sekiranya pukul 23.10 malam lalu. 

“Mau loadingkan (pemuatan) tangki lima kanan, tapi tangki lima kiri tak dikontrol, makanya meluber,”sebut sumber.

Tidak itu saja, berdasarkan pantauan sejumlah media, tidak terpasang oil boom. Oil boom sendiri merupakan peralatan yang digunakan untuk melokalisir atau mengurung tumpahan minyak. 

Kegunaanya sebagai tindakan pertama ketika terjadi kecelakaan tumpahan minyak agar minyak tidak menyebar ke area yang lebih luas lagi.

“Sehingga berakibat tumpahan CPO jadi mengambang mengikuti arus air laut ke arah barat,”terangnya lagi.

Di lokasi kejadian, media pun coba mengonfirmasikan hal ini kepada pihak PT Nagamas Palmoil Lestari, M Ardiansyah Anwar mewakili perusahaan membantah jika ini bukan kesalahan dari pihaknya melainkan tongkang milik PT Minamas yang kala itu mereka sedang sirkulasi bongkar. 

“Namun entah kenapa kok bisa sampai meluap di tongkang,”sebut dia.

“Jadi ini bukan tanggungjawab kita karena kejadian bukan di timbun tangki kita,”ujarnya singkat.(red/stc)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.