Ilustrasi pengerjaan penggalian pemasangan pipa gas milik PT PGN.(Kompas)

SOROTLENSA, DUMAI - Karang taruna Kelurahan Bintan, Kecamatan Dumai Kota meminta agar penggalian di sepanjang Jalan Bintan segera dihentikan.

Pekerjaan penggalian yang dilakukan untuk pemasangan pipa gas oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) diduga tidak miliki perizinan hampir memasuki waktu satu bulan.

Decky Indrawan selaku Ketua Karang Taruna Kelurahan Bintan kepada Sorotlensa.com, Selasa (14/8/18) mengaku kesal terkait penggalian tersebut, pasalnya jika dibiarkan berlarut, maka tidak menutup kemungkinan akan ada pelanggaran lainnya.

Ia tidak mempermasalahkan mengenai pekerjaan tersebut, malah sangat mendukung akan program pemerintah itu, hanya saja seharusnya pihak perusahaan mengikuti aturan yang berlaku.

'’Kita akan menindaklanjuti dugaan terkait perizinan pekerjaan ini kepada pihak berwenang, dalam hal ini pemerintah demi menjawab rasa kekhawatiran kita,”tutur Decky dengan nada geram.

“Serta meminta pihak PGN memperbaiki kembali akses Jalan Bintan yang telah digali agar kembali seperti semula,”tukasnya.

Hasil galian pemasangan pipa gas di Jalan Bintan.(Sorotlensa)

Di lain hal, ternyata galian pipa PGN ini tak hanya mengisahkan kekhawatiran ketua karang taruna setempat terkait perizinan, melainkan sejumput cerita pun dialami sejumlah warga dan pemilik usaha kecil yang mengais rezekinya di daerah tersebut.

Pengerjaan pemasangan pipa gas milik perusahaan negara itu ternyata menimbulkan efek yang tidak baik.

Sebut saja Amril, pedagang soto dan mieso yang sering mangkal di pinggir Jalan Bintan, kepada Sorotlensa.com pun, ia bercerita, jika dagangannya tidak selaris seperti biasanya.

“Pendapatan pun jadi berkurang, dikarenakan kebisingan akan pembongkaran jalan sekitar Bintan ini, tentunya debu yang kita rasakan sehari-hari, membuat pelanggan pun enggan mampir ke warung kita,”sebutnya.

Tidak hanya itu, menurutnya aktivitas lalu lintas berkendara pun jadi terganggu, karena penggalian memakai sebagian badan jalan.

“Terkadang kita jadi malas berjualan karena galian ini,”imbuhnya.

Senada diungkapkan Faisal. Keluhan itu juga dirasakannya. Sejak ada galian, terkadang listrik mendadak padam, belum lagi jalan pun menjadi rusak.

“Padahal memperbaiki jalan itu kan proses nya lama, karena harus ditenderkan dulu, tunggu diajukan dulu ke pemerintah baru diusulkan, dan bukan langsung dikerjakan,”katanya.

“Setelah digali, nantinya bukan diperbaiki seperti sediakala, sehingga galian ini benar-benar membuat masyarakat tidak nyaman,”ucap Faisal.

“Makanya hal ini kita rembukan di karang taruna, apalagi yang kita dengar, pengerjaan proyek ini diduga belum ada perizinannya,  untuk itu kita sangat setuju kalau ketua karang taruna akan menindaklanjuti hal ini, ya semoga ada jalan dan solusi terkait,”tutupnya.

Reporter : Arif

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.