Tampak warga sekitar ikut mengambil tumpahan BBM jenis solar yang mengalir di sepanjang saluran pembuangan air di Jalan Janur Kuning 

SOROTLENSA, DUMAI - Pipa aliran minyak milik PT Pertamina RU II Dumai bermasalah, pada Sabtu (29/9/18) tadi.

Sehingga tempat saluran pembuangan di sekitar wilayah Kelurahan Jayamukti, Kecamatan Dumai Timur khususnya di Jalan Janur Kuning, dipenuhi dengan tumpahan bahan bakar minyak (BBM) yang cukup menyengat, diketahui BBM tersebut berbau seperti  Solar.

Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekiranya pukul 11.45 WIB. Diduga dari salah satu instalasi pipa yang bocor, akibat peristiwa ini, hingga sore tadi tentunya menjadi tontonan warga setempat yang diikuti dengan pengambilan air yang sudah digenangi solar meskipun telah mengalir.

Berdasarkan pengakuan dari warga RT 03, Firman kepada Sorotlensa.com, mengatakan, awalnya ia bersama warga lainnya merasakan adanya bau sesuatu yang cukup menyengat di wilayah tempat tinggal mereka.

Sehingga mereka sepakat untuk mencari tahu asal-muasal bau menyengat tersebut.

"Sampailah akhirnya kami menemukan dimana asal bau seperti solar itu berada. Ternyata di salah satu saluran pembuangan air dekat rumah kami,"terang dia menjelaskan.

Kondisi saluran pembuangan air yang dicemari dengan rembesan solar yang diduga akibat instalasi pipa milik PT Pertamina RU II Dumai yang bermasalah
Di kesempatan yang sama, Rudi yang merupakan warga perumahan PT Nagamas Palm Oil Lestari juga mengaku hal senada.

Tak hanya di saluran pembuangan air di area Janur Kuning saja melainkan alirannya hingga mencapai ujung parit yang mau ke arah bundaran.

"Kami kaget, ada apa ini, kok seperti ada bau Solar ya... Makanya langsung kita cek, dan kebetulan warga Jayamukti sekitar juga sudah berbondong-bondong melihat kejadian yang tak biasa ini,"ungkap dia.

"Pinggiran parit hingga sebagian badan jalan dipenuhi dengan orang-orang,"ucap dia.

Begitu pula yang diutarakan Reno, yang kala itu ikut menyaksikan pemandangan yang tak biasa itu.

Berdasarkan pantauan media ini di lapangan, selain ikut 'menonton' Reno juga turut serta-merta membawa dua buah jerigen di tangannya.

Bersama warga lainnya, secara tertib dan teratur ia pun ikutan mengambil tumpahan solar tersebut. Menurutnya kenapa harus disia-siakan momen seperti.

"Daripada terbuang sia-sia, kami ambil aja solar yang mengalir itu,"ujarnya singkat sembari melanjutkan tujuannya.

Petugas sedang memeriksa tumpahan solar di salah satu saluran pembuangan air. (suaratrust)
Sementara itu, ketika hal ini ditanyakan kepada salah seorang karyawan perusahaan milik negara di bagian depot pemasaran tersebut, Ali Mudin membantah jika terjadinya tumpahan solar tersebut.

"Kalau bocor saya rasa tak mungkinlah... Ini hanya rembesan saja, namun kita (Pertamina) juga belum tahu penyebabnya yang pasti,"tutur Ali.

"Kita belum tahu berapa banyak jumlah tumpahan yang berada di dalam parit, tapi kita sedang upaya penyedotan minyak yang tumpah di dalam parit,"ungkap dia.

Menurut dia, kebocoran itu mungkin bisa terjadi karena usia pipa saluran BBM yang telah terpasang sudah sangat tua.

"Jauh mungkin sebelum kita lahir mungkin, jadi akibat termakan usia, makanya bisa saja terjadinya rembesan yang mengakibatkan tumpahan solar mengalir ke tempat pembuangan saluran air,"tukasnya.(tim)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.