Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar/by serly 
SOROTLENSA – Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengemukakan, para aparatur sipil negara atau ASN, seharusnya bisa netral dan tidak mengampanyekan salah satu pasangan calon di tahun politik ini.

Hal itu dikemukakan Ahmed Zaki, menanggapi soal enam guru honorer yang dipecat oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten, setelah berpose salam dua jari sembari memegang stiker bertuliskan 'Prabowo-Sandi'.
   "Memasuki tahun politik ini, bahkan kita akan melakukan pemilihan presiden dan wakil presiden, seharusnya para aparatur negara bisa netral. Jangan mengampanyekan salah satu pasangan calon menggunakan pakaian dinas mau itu di lingkungan sekolah atau lokasi lainnya," katanya di Gedung Bupati Tangerang, Tigaraksa, Jumat 22 Maret 2019.

Ia juga mengingatkan, agar para aparatur negara ataupun honorer tidak melakukan hal tercela korupsi dan atau kampanye menggunakan seragam dinas.
 "Itu fatal sekali, apalagi dengan niat dan sengaja. Ini peringatan untuk yang lainnya, harus bersikap netral," ujarnya.

Diketahui, enam guru honorer yang berasal dari SMAN 9 Kabupaten Tangerang, menggunakan atribut pemerintah melakukan swafoto di ruangan guru. Mereka berpose dengan gaya dua jari yang merupakan ciri salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.








Sumber : viva.co.id

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.