Drs H. Zulkifli As M Si (Walikota Dumai)
SOROTLENSA, Dumai - Nama Walikota Dumai Drs H. zulkifli As M.Si akhir-akhir ini mencuat dan banyak menuai perhatian khusus dari masyarakat Karena Dikait - kaitkan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nama Zul As semakin hangat diperbincangkan setelah pemanggilan dirinya oleh KPK  pada kasus tersebut  serta penggeledahan yang dilakukan lembaga anti rasuah itu di rumah pribadi dan rumah dinas nya beberapa waktu lalu.

Zul As Disebut -sebut tersangkut masalah gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang melibatkan beberapa kepala daerah di Indonesia terkait penangkapan Yaya Purnama yang merupakan salah seorang Pejabat Kementrian Keuangan atas kasus dana perimbangan RAPBN-P tahun anggaran 2018 lalu.

Tanggapan beragam muncul menyikapi permasalahan yang menyeret nama orang nomor satu dikota pelabuhan ini, salah satunya Saiful Dt Domo atau yang lebih akrab dengan sapaan Bandaro dan merupakan salah seorang tokoh masyarakat Dumai ini menganggap hal  yang menimpa Zul As ini adalah ujian bagi sang pemimpin berjiwa kesatria.
 " Permasalahan yang menimpa Zul As ini adalah sebuah ujian bagi pemimpin berjiwa kesatria," kata pencipta lagu simata biru ini pada sorotlensa selasa siang 30/04/2019
Saiful Dt. Domo ( Bandaro) Tokoh Masyarakat
Bukan hanya itu saja,   Bandaro juga mengatakan  bahwa    Zul As bak Pahlawan yang berjuang dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Dumai bukan semata demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
  "Bagi saya Zul As pahlawan yang memeperjuangkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Dumai, bukan  demi kepentingan pribadi beliau," pungkas nya.

Lantas, ada baiknya menurut lelaki berdarah minang ini masyarakat khususnya Kota Dumai mendo'akan yang terbaik bagi Zul As sembari menunggu proses hukum yang berlaku.
 "Ada baiknya sembari menunggu keputusan hukum, kita masyarakat Kota Dumai lebih mendo'akan yang terbaik bagi Walikota kita, untuk lebih tegar menghadapi permasalahan ini bukan menjadikanya bahan olok-olokan karena memang inilah resiko seorang pemimpin berkualitas,"  tambahnya sembari berujar bahwa " kebaikan itu belum tentu menjadi kebenaran".***(Arif)




Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.