Wali Kota Dumai, Zulkifli Adnan Singkah menandatangani berita acara peluncuran program Absen dan aplikasi Selaras didampingi Kepala Diskes Kota Dumai, Paisal dan Kabid Pelayanan Keperawatan RSUD Kota Dumai, Irfan Wahyudi.(dumaiposnews)
DUMAI - Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendengarkan segala keluh kesah terutama bagi pasien yang dirawat inap,  RSUD Kota Dumai meluncurkan program baru berbasis aplikasi di android.

Adapun program tersebut dinamakan asuhan berfokus pasien (absen) dan aplikasinya yang dapat diunduh yakni pusat pengaduan pelayanan rumah sakit (Selaras).

Program ini sendiri merupakan pertama di Provinsi Riau yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Dumai, Zulkifli Adnan Singkah baru-baru ini.

Pelopor dari program ini adalah Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan RSUD Kota Dumai, Irfan Wahyudi.

Dimana fungsinya berfokus kepada seluruh pelayanan kesehatan di RS pemerintah itu yang diberikan kepada pasien oleh tenaga medis dan pelayanan RSUD dengan istilah profesi pemberi asuhan (PPA).

"Tentunya mengacu kepada kebutuhan kesehatan pasien. Selain itu tujuan diterapkan program ini demi mengurangi permasalahan dan komplain pasien terkait asuhan keperawatan,"papar Irfan.

Untuk memudahkan penggunaan pelayanan ini, pasien dan keluarga diminta mengunduh aplikasi Selaras tersebut di telepon pintarnya, sebagai pusat pengaduan pelayanan rumah sakit.

Ia menambahkan, pasien akan mengklik dimana ruangan mereka yang akan dirawat.

"Setelah itu akan muncul menu layanan yakni pengaduan, konsultasi dan informasi. Dan program ini alhamdulilah sudah berjalan sejak September lalu,"timpalnya lagi.

Tentu saja hal ini dapat dukungan dari Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Dumai, Paisal. Ia pun menegaskan jika program ini harus didukung oleh semua pihak RSUD Kota Dumai.

Karena baginya, kronologi dan komplain dari pasien adalah hal yang utama baik dari masuk hingga keluar dari rumah sakit, biar bisa langsung di-update.

Ia meminta agar semua petugas RSUD dapat bertanggungjawab dengan program yang baru pertama kali ada di Provinsi Riau ini.

"Jadi haus dijalankan dengan cara maksimal, jangan setelah dilaunching (diluncurkan) tapi malah tak berjalan,"ungkap dia berpesan.

"Dan memang sangat disayangkan jika program ini tak berjalan, sebab salah satu upaya untuk menjaga mutu kualitas dan pelayanan RSUD terhadap masyarakat dan ini sungguh luar biasa,"paparnya.

Apalagi program ini dibuat untuk harus standby 24 jam, sehingga permasalahan yang sering terjadi seperti kehabisan infus dan terlambat menggantinya bisa teratasi dengan baik.

”Saya berharap program yang baik ini istiqomah dijalankan dengan baik, dan kita harus sepakat dengan komitmen tersebut,"tukasnya.

Senada disampaikan Wako Dumai, Zul As. Ia sangat mengapresiasikan program tersebut, menurut dia hal ini  sebagai bentuk inovasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Ia juga sempat mengungkapkan jika program ini sudah ditinjaunya ke sejumlah ruang demi memastikan program itu berjalan atau tidak.

"Alhamdulillah semua ruangan sudah diuji coba dan berjalan sejak September, saya minta program ini terus dievaluasi dan ke depan dilakukan perbaikan supaya rasa tanggungjawab kita lebih besar,"ungkap dia.

"Jaga kebersamaan dan kekompakan untuk menjalankan program yang bagus ini,"tukasnya.(red)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.