Dirjen Hubda Budi Setiyadi bersama Wali Kota Dumai Zulkifli As saat meninjau dermaga RoRo Dumai - Malaka di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan.(tribun)


DUMAI - Direktur Jendral (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubda) Budi Setiyadi mengaku ragu pengoperasian RoRo Dumai - Malaka pada 2020 akan berjalan sesuai agenda yang sudah ditargetkan.

Pasalnya menurut dia masih banyak yang perlu dibenahi baik dari segi bangunan maupun jalan akses menuju dermaga di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan sebagai lokasi penyeberangan.

"Karena dibutuhkan renovasi atau perbaikan di pelabuhan ini. Jadi kita maunya diperbaiki, karena pelabuhan merupakan cerminan wajah Indonesia di mata negara luar terutama Malaysia, apabila kerjasama ini akan berjalan,"tegasnya saat meninjau dermaga RoRo Dumai - Malaka akhir pekan lalu.

"Kalau kondisinya seperti ini, bisa saja beroperasi namun ala kadarnya. Tapi kalau seperti ini memang banyak yang harus diperbaiki seperti bangunan jalan dan pelabuhannya,"papar dia lagi.

Selain itu, ada permasalahan lainnya yang menjadi kendala pada aset pelabuhan tersebut.

"Sebab kalau dikelola oleh daerah, kita sebagai pemerintah pusat akan kesulitan membantu pembangunannya. Sebaliknya jika kita (pusat) yang mengelola maka akan kita bantu pembangunannya. Ya itu semua tergantung dari pemerintah daerahnya,"tukasnya.

Sebagai informasi tambahan, kedatangan Dirjen Hubda Budi Setiyadi ini dalam rangka meninjau persiapan ujicoba RoRo yang menghubungkan dua negara tersebut.(red)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.