Jenazah perempuan yang ditemukan di salah satu kamar Wisma Elite Dumai
DUMAI - Sesosok mayat perempuan ditemukan di kamar 110 di Wisma Elite, Jalan Pangeran Diponegoro, Kecamatan Dumai Kota.

Penemuan mayat tersebut pertama kali oleh dua petugas wisma, Lili Tobing dan Hengki Dominggus dengan maksud menanyakan pembayaran sekiranya pukul 08.30 WIB, Rabu (27/11/2019) pagi tadi.

Berdasarkan keterangan resmi Kapolsek Dumai Kota, Iptu Hardiyanto, kedua petugas tersebut mengetuk tiga kali pintu kamar sekiranya pukul 22.00 WIB, Selasa (26/11/2019) lalu namun tak digubris, kemudian petugas pun kembali mengetuk pintu pukul 02.00 WIB, Rabu (27/11/2019) dini hari juga tak diindahkan.

Kemudian petugas pun kembali melakukan hal serupa pada pukul 08.00 pagi tadi, tetap juga didiamkan, sehingga terpaksa kedua petugas membuka pintu kamar dengan menggunakan kunci serap.

Ketika dibuka, ditemukan korban dalam keadaan tak bernyawa sedang telentang di lantai kamar tepatnya di samping tempat tidur dengan hanya memakai handuk di badan.

Kemudian keduanya menutup kembali pintu kamar dan langsung melaporkan ke pihak kasir, selanjutnya kasir mengadukan hal ini ke Manager Wisma Elite, Ujang alias Ase.

Setelah itu Ujang pun melaporkan kasus ini kepada pihak Polres Dumai, dari situ kepolisian menghubungi Unit Inafis/Identifikasi Polres Dumai.

Dengan sigap, petugas kepolisian dari Unit Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Dumai yang dipimpin Bripka Bambang Irawan pun langsung bertindak yang kala itu juga  didampingi Kapolsek Dumai Kota beserta personil Unit Reskrim Polsek Dumai Kota.

Diketahui dari identitasnya, korban bernama Eka Riana Siahaan (39), NIK KTP : 12711544307800002, beralamat Jalan  Pacar nomor 01 Medan, nomor telepon selulernya : 08229445709.

"Mendapat informasi tersebut, personil kita (Polsek Dumai Kota) langsung bergerak ke TKP, selanjutnya melakukan pengecekan di kamar 110 bersama para saksi pihak Wisma Elite,"papar dia kepada wartawan.

Menurut Hardiyanto, yang bersangkutan mulai menginap sejak 13 November 2019 lalu. Aktivitas korban tidak diketahui para saksi, namun berdasarkan keterangan dari rekan kerjanya yang juga menginap di wisma yang sama, beda kamar itu mengatakan jika perempuan tersebut menerima jasa pijat (massage).

"Dan yang bersangkutan juga tidak pernah terlambat membayar uang kamar,"terangnya lagi merinci.

Dijelaskannya lagi, yang bersangkutan mulai mengambil kamar pada pukul 07.30 WIB, namun  terlebih dahulu korban sempat beristirahat di kamar temannya dikarenakan kamar belum selesai dibersihkan.

"Selang beberapa jam, sekiranya pukul 10.00 WIB yang bersangkutan pun istirahat di kamarnya seorang diri,"tutur dia lagi.

"Dari hasil olah TKP di leher korban sebelah kanan ditemukan luka gores yang mengeluarkan darah. Pada leher terlihat luka memar,"papar dia lagi.

Lalu sekira pukul 10.00 WIB tadi, mayat korban pun dibawa menggunakan mobil ambulans ke kamar mayat RSUD Kota Dumai guna dilakukan visum oleh pihak medis.

Penyebab meninggalnya korban belum dapat dipastikan. “Masih dalam proses penyelidikan,”ungkapnya.

"Dan kita juga akan mencari tahu pihak keluarganya di Medan,"tukasnya.(tim)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.