Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Pekanbaru, Jacky Chen bersama dua timnya akan melakukan penyisiran di wilayah perairan Panipahan terkait pencarian ABK hilang yang diduga terjatuh
BAGANSIAPIAPI - Seorang anak buah kapal (ABK) bernama Saiful Bahri dinyatakan menghilang secara misterius pada Jumat, 6 Desember 2019 lalu di perairan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Hal ini berdasarkan pelaporan sang nakhoda kapal jering Heko jenis KM S 27 GT 6 nomor 1954/S 27 bernama Atjan (53) yang dikemudikannya mengalami kecelakaan laut.

Atjan menceritakan hilangnya korban berawal dari dirinya bersama keempat ABK-nya di antaranya Hamdani (35) dan Anto (45) merupakan warga Panipahan, Jali (58) warga Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumatera Utara dan korban sendiri Saipul Bahri (43) warga Bagan Asahan, Provinsi Sumut saat itu pergi ke perairan Panipahan untuk menjaring ikan sekiranya pukul 4.00 WIB pada posisi 2°24'300"N-100°31.500"E.

Pada waktu hendak pulang, sekiranya pukul 11.30 WIB, rekan korban atas nama Jali tak mendapati korban di atas kapal, bahkan dirinya bertanya kepada rekan lainnya dimana keberadaan korban.

"Namun tak satupun orang yang mengetahuinya, diduga korban terjatuh ke laut tanpa diketahui rekan lainnya. Para awak kapal sebelumnya sudah melakukan pencarian dengan menyisir wilayah sekitarnya tetap tak ditemukan,"ungkap Atjan kepada sorotlensa.com, Minggu (8/7/2019)

Sementara Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pekanbaru mendapatkan Informasi tersebut pada pukul 17.15 Wib, Sabtu 7 Desember 2019 lalu.

Itupun berdasarkan laporan dari Kepala Satuan Polair Polres Rohil, Iptu Sapto Hartoyo bahwa telah terjadi kecelakaan pelayaran man over boat (orang terjatuh dari kapal).

Mendengar hal itu, Kepala Basarnas Pekanbaru Gede Darmads melalui Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan Jacky Chen melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Selanjutnya pihaknya pun memberangkatkan satu tim unit SAR Bagan Siapiapi sekiranya pukul 16.25 WIB untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.

"Lalu tim kita tiba di pelabuhan Panipahan pada sekiranya pukul 19.30 WIB dan langsung berkoordinasi dengan Kasatpolair untuk langkah selanjutnya,"tukasnya.

Sebagai data tambahan hingga berita ini diposting, tim Basarnas belum juga  menemukan keberadaan korban.(hms/ali)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.