Wahyudi El Panggabean SH, sedang memberi materi di acara oelatihan jurnalistik pada peserta

PEKANBARU - Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalis Center (PJC) mulai merealisasi pendidikan jurnalis gratis bagi Generasi Muda Riau.

Pada Angkatan I ini, pelatihan yang mulai digelar Sabtu (25/1) merupakan wujud kerja sama PJC  dengan Yudi Krismen (YK) Law Firm serta katakabar.com serta gopesisir.com sebagai donatur.

Pendidikan crash program ini diadakan di Gedung PJC, Jalan Rambutan 13 B Pekanbaru. 

"Program ini berkelanjutan. Dilaksanakan secara bertahap," kata Direktur Utama PJC, Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., menjawab pers di sela-sela acara.

Menurut Wahyudi, pelatihan ini, lebih berorientasi pada ilmu jurnalisme modern yang menempatkan profesi wartawan pada profesi terhormat.

Pemahaman terhadap ilmu jurnalisme secara paripurna, kata Wahyudi merupakan modal bagi wartawan untuk kreatif dan meraih profesionalisme dalam profesinya.

"Jika seorang wartawan memiliki ilmu jurnalisme yang standar, dia akan digaji layak oleh media tempat dia bekerja," katanya.
Pimpinan Umum sorotlensa.com Faisal Arif dihadapan para peserta pelatihan sebagai salah satu mentor tamu bercerita pengalaman menjadi pewarta.

Dalam kehidupan di era Teknologi 4.0 kini, demikian Wahyudi, tantangan terbesar insan pers justru profesionalisme.

"Kasihan 'kan wartawan yang mengusung profesi ini ke mana-mana. Tetapi, tidak beroleh honor dari profesinya," kata Penulis buku-buku jurnalistik itu.

Tetapi, katanya jika Wartawan memiliki skill yang memadai tentang jurnalisme, ini era paling tepat untuk meraih sukses lewat jurnalistik. Banyak media besar yang siap memberi gaji yang cukup.

"Makanya, jangan berhenti belajar.Terus berlatih untuk menjadi yang terbaik," kata mantan Wartawan Majalah FORUM Keadilan itu.

Wahyudi tidak mengobsesikan yang muluk-muluk dari program sederhana ini. Untuk Angkatan I baru 12 orang yang akan dididik secara intens.

"Mereka berasal dari mahasiswa  berbagai Perguruan Tinggi di Riau. Mereka anak muda yang sangat antusias," katanya.

DR Yudi Krismen, M.H., owner YK Law Firm menyebut, keikutsertaannya dalam program ini, semata-mata atas panggilan jiwa demi membangun pers dan generasi muda Riau.

"Selain membantu secara materi saya juga menyumbangkan waktu dan keilmuan saya dalam program ini," kata Lawyer dan Staf Pengajar Program Pasca Sarjana Universitas Islam Riau (PPS-UIR) itu.

Sebagai salah satu Alumni PJC, Yudi Krismen juga merasa punya tanggung jawab moral untuk mencerdaskan generasi muda.

"Ilmu yang diajarkan ini yang abadi dan merupakan amalan bagi kita," kata Yudi yang juga investor media itu.

Asmanidar, S.H., Direktur Pendidikan PJC menyebut, PJC menargetkan 150 siswa PJC yang dididik dalam program ini untuk tahun 2020.

"Kita dari PJC mengusung dua jenis program: program gratis dan komersil yang biasanya diadakan di hotel," kata Asmanidar yang juga Ketua Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kota Pekanbaru itu.

Program seperti ini, sebenarnya sudah diawali oleh PJC Cabang Dumai beberaoa waktu silam dengan pendidikan gratis kepada para siswa dan mahasiswa di Dumai.

"Kita mengappresiasi program kemanusiaan PJC Dumai di bawah kendali Pak Ganda Jaya Siregar dan Cipto Setiawan," kata Asmanidar.

PJC Cabang Rohil, dengan Direktur Cabang Rahmad Sutiono, direncanakan menggelar pendidikan gratis untuk 60 orang Generasi Muda Rokan Hilir tanggal 13 mendatang.

Pendidikan Angkatan I ini, selain YK Law Firm, Owner katakbar.com dan Owner gopesisir.com bertibdak sebagai donatur.

"Program ini sangat bagus.Semoga peserta pelatihan bisa memanfaatkannya dengan baik," kata Pemimpin Redaksi katakabar.com, Azis Manurung.

Pemimpin Redaksi gopesisir.com, Rahmad Sutiono juga memberi support kepada para peserta untuk serius belajar jurnalistik.

"Ini kesempatan bagus. Teruslah belajar dan berlatih untuk meraih profesionalisme " kata Rahmad yang juga Alumni PJC itu.

Ketua Panitya Pelaksana Perogram Crash Program PJC, Endri, S.Pd., mengatakan Generasi Muda Riau sangat berminat mengikuti setiap pelatihan jurnalistik.

"Semoga kami bisa eksis dalam menjalankan program kemanusiaan ini," katanya.

Amat Raya salah seorang peserta yang sengaja datang dari Pekaitan  Rokan Hilir, merasa sangat terbantu dengan program ini.

"Aku meninggalkan anak-istri demi mewujudkan cita-cita jadi wartawan yang baik," katanya.
Wahyudi El Panggabean memberikan bukunya kepada Faisal Arif

Dalam Pembukaan acara ini kemaren Panitia menghadirkan Faisal Arif pimpinan umum media sorotlensa.com sebagai  "Dosen Tamu" untuk berbagi pengalaman dalam suka-dukanya selaku wartawan, pemilik media dan Alumni PJC.

Sebagai rasa terima kasih Wahyudi, ia memberikan hadiah buku miliknya kepada Arif yang telah berkenan hadir dan berbagi di acara yang ia taja. (Rls Wahyudi El Panggabean)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.