PADANG - Gelombang protes dari masyarakat terjadi, menyusul kedatangan 155 turis asal Kota Kunming China, di Sumatera Barat dalam rangka berwisata ke sejumlah objek wisata unggulan Ranah Minang.

Gelombang protes tidak hanya terjadi di media sosial, tapi juga sudah berupa aksi turun ke jalan. Kota Bukittinggi salah satunya.

Sejak Minggu sore, 26 Januari 2020 lalu sejumlah warga sudah berada tepat di kawasan Jam Gadang.

Menggunakan spanduk, mereka menolak kedatangan pelancong asal Negeri Tirai Bambu di Bukittinggi.

Bahkan, tadi malam mereka juga berada di depan Hotel Novotel untuk menghalau turis China agar tidak keluar dan berbaur dengan masyarakat setempat.

Tidak hanya itu saja, berdasarkan informasi yang diterima, masyarakat Kabupaten Tanah Datar, juga menolak kedatangan mereka.

Akibatnya, agenda kunjungan turis China ke Tanah Datar dibatalkan pihak manajemen agen travel.

Penolakan warga terhadap kedatangan ratusan turis China di Ranah Minang bukan tanpa alasan. Penyebaran virus corona menjadi salah satu faktor utama.

Meski otoritas terkait memastikan 155 tamu Negeri Tirai Bambu itu aman dari virus Corona, namun masyarakat tetap resah.

Mereka, tidak ingin kedatangan warga China ke Ranah Minang malah membawa virus yang hingga kini diklaim belum ada obatnya.

Masyarakat meminta Pemerintah Sumatera Barat segera mengambil langkah konkrit dengan, memulangkan ke 155 turis China itu.

"Ya, informasinya demikian. Di Bukittinggi dari laporan yang saya terima ada penolakan dari warga. Semalam turis itu hanya berada di hotel dan tidak keluar. Yang pembatalan kunjungan ke Tanah Datar pun demikian, tidak jadi. Tapi saya belum dapat laporan resminya," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Novrial, Senin, 27 Januari 2020.

Menurut Novrial, untuk menjawab keresahan masyarakat, pihaknya saat ini sudah mengambil beberapa langkah.

Di antaranya, menutup keran kedatangan turis asal China yang dijadwalkan akan berkunjung ke Sumbar usai, rombongan pertama ini kembali ke negara asalnya.

Namun, untuk memulangkan lebih cepat ke Negara asalnya dari jadwal yang sudah diagendakan oleh agen travel, Novrial belum bisa memastikan itu.

Yang jelas, pihaknya saat ini sudah menampung aspirasi masyarakat. Dan akan disampaikan segera mungkin ke pihak manajemen.

"Kita sudah menutup kran kedatangan untuk gelombang kedua. Nah, apakah bisa dipulangkan lebih cepat dari jadwal semula. Belum bisa dipastikan. Kita akan bicarakan dengan manajemen agen travel,"tutup Novrial.

Diketahui, sebanyak 155 turis asal Kota Kunming China, mendarat di Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) pada Minggu dini hari 26 Januari 2020.

Selama berada di Sumatera Barat, rombongan yang datang menggunakan pesawat carteran tersebut akan berkunjung kebeberapa objek wisata unggulan.

Ada dua rombongan turis asal China yang datang ke Sumatera Barat tahun ini. Rombongan pertama dijadwalkan berada di Ranah Minang pada 26 Januari 2020 hingga 31 Januari 2020.

Sementara rombongan kedua akan berkunjung usai rombongan pertama kembali ke Kunming China. Selama berada di Ranah Minang, rombongan tersebut akan mengunjungi sejumlah objek wisata unggulan di antaranya, Pulau Pasumpahan, Pagang, Swarna Dwipa, Pulau Setan, Danau Kembar, Danau Singkarak, Pantai Gondoriah dan Istana Pagaruyung.

Sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus corona, Pemerintah Sumatera Barat, melalui kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Padang Wilayah Kerja Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebelumnya, sudah memasang dan mensiagakan sejumlah petugas di BIM.

Seluruh penumpang yang datang akan diperiksa terlebih dahulu menggunakan alat thermal scanneratau pendeteksi suhu panas tubuh.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 174 turis China melakukan kunjungan wisata ke Sumbar yang disambut oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Sekdaprov Sumbar Alwis.

Kedatangan mereka terbagi menjadi dua rombongan. Sesampainya mereka, rombongan langsung dilakukan pengecekan imigrasi dan suhu tubuh dengan menggunakan thermal scanner.

Setelah melewati pemeriksaan, rombongan disambut tari persembahan hiburan musik khas Minang talempong di pintu kedatangan internasional.

PT Marawa Coporate yang bekerja sama dengan Cocos Tour selaku biro perjalanan yang mendatangkan wisatawan China ke Sumbar memastikan mereka yang akan berkunjung tidak terjangkit virus Corona.

Pimpinan PT Marawa Corporate Darmawi mengatakan semua WNA China berangkat dari Bandara Kunming di Provinsi Yunan yang berada di kawasan pegunungan China melalui penerbangan langsung dalam waktu empat jam perjalanan.

Menurut dia, lokasi tersebut jauh dari daerah Wuhan yang berjarak sekitar 19 jam perjalanan dan mereka yang akan berangkat ke Sumbar harus melalui pemeriksaan di Bandara Kunming.

Ia menerangkan, hingga saat ini Bandara Kunming masih membuka penerbangan luar negeri dan artinya lokasi itu tidak terpapar virus Corona.

Sumber : VIVAnews

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.