PEKANBARU - Penyakit Jantung sudah sangat dikenal sebagai penyakit pembunuh nomor satu di dunia, karena serangan jantung bisa membuat seseorang kehilangan nyawa dengan tiba-tiba. Perkara jantung bukan persoalan main-main, dua hal kemungkinan terjadi, kalau tidak hidup kalau tidak mati.

Demikian yang disampaikan oleh dr Abdul Ariff selaku Cardiologist atau Spesialist Jantung Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia saat temu pers di Pekanbaru, Selasa, 3 Maret 2020 lalu.

Menurut dr Abdul Ariff, untuk mencegah penyakit jantung yaitu dengan cara mengetahui faktor resiko penyebab dari jantung. Seseorang harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu tentang kondisi jantungnya ke rumah sakit.

"Banyak orang merasa kondisi jantungnya sehat, sehingga melakukan pengecekan jika sudah terkena penyakit jantung saja, harusnya jangan tunggu sudah sakit baru dicek," ujar dr Ariff.

Ia juga menjelaskan ada dua faktor penyebab jantung, ada faktor yang bisa dirubah dan ada faktor yang tidak bisa dirubah. 

Faktor yang tidak bisa dirubah adalah faktor usia, karena semakin lanjut usia potensi terserang jantung akan sangat besar sekali, demikian juga ada faktor genetik dari keluarga.

Sementara faktor yang bisa dirubah yakni faktor pola hidup yang tidak sehat, seperti pola makan tidak baik, kurang berolahraga dan merokok.

"Dibandingkan laki-laki dan perempuan, potensi terkena penyakit jantung lebih besar terhadap laki-laki, karena perempuan memiliki hormon tertentu sehingga bisa menjaga jantungnya, kecuali sudah menopause, maka potensi serangan jantung akan sama dengan laki-laki," terangnya.

Dr Abdul Ariff juga menganjurkan lebih baik mencegah dari pada mengobati, bagaimana mencegah dari penyakit jantung, maka pastikan pola hidup yang sehat. Penyebab sakit jantung, misalnya bermula dari diabetes, kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Selain itu merokok juga menjadi faktor sebabkan penyakit jantung, karena menyebabkan darah pekat sehingga akan terjadi sumbatan pada sel darah sehingga kerja jantung terganggu.
Untuk mengetahui awal indikasi terkena jantung, dimulai adanya sakit dada yang kuat, seakan-akan ditekan atau terkena benturan, kedua sesak nafas, ketiga berpeluh berlanjut pening loyo disertai muntah lalu pingsan. 

Selain itu, bisa juga jantung tampa gejala, dalam artian bisa dengan mendadak.

"Maka dari itu, selain memperbaiki pola hidup sehat, dianjurkan bagi yang jantungnya masih sehat untuk melakukan pengecekan jantung minimal tiga sampai lima tahun sekali, namun bagi yang sudah ada gejala ada baiknya cek secara berkala," imbuhnya.

Sementara Nor Suzilawati selaku Manager Corporate Comm menambahkan bahwa IJN sudah memiliki kemampuan dengan berbagai kecanggihan teknologi dalam menangani berbagai penyakit jantung, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

IJN yang berdiri sejak 1992 silam sudah menangani 4,6 juta pasien dari berbagai penjuru dunia. Dalam setahun, IJN menangani sekitar 5 ribu pasien kasus pembedahan dan 12 ribu katerisasi. 

Diakuinya bahwa IJN merupakan rumah sakit dipercaya dalam menangani masalah jantung dan terbesar se-Asia Pasifik.

"Dokter spesialis yang menangani pasien jantung di IJN ada 140 pasien, dan semenjak tahun 2008 hingga sekarang rata-rata ada 4 ribu pasien per tahun dari Indonesia yang berobat ke IJN," ungkap Nor Suzilawati.

Untuk masyarakat yang ingin melakukan konsultasi medis di IJN cukup dengan membayar 750 RM, bisa memperoleh layanan cek darah, ginjal x Ray, dan jantung ECO.

Lebih lengkap mengenai informasi di atas, bisa mendatangi kantor Resentative IJN di Pekanbaru, yang beralamat di Jl. Teratai No. 202 A Pekanbaru, atau bisa menghubungi Bapak Yusnan No Hp/Wa: +62 812-7736-1440.

Usai mengadakan konferensi pers, acara berlanjut Bincang Sehat Bersama IJN Malaysia yang ditaja bersama Mitra Medis dan Frudensial.(*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.