ROKAN HILIR - Orang dalam pemantauan dan pengawasan saat ini di Rokan Hilir semakin menurun. Hal ini menandakan penjaringan yang dilakukan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sedangkan orang habis masa pantauan lebih banyak daripada orang yang pulang ke daerah Rohil ini. Satu orang PDP setelah Rapid tes negatif maka dia diisolasi mandiri. Demikian hal ini disampaikan oleh juru bicara tanggap Covid 19 Rohil H.Ahmad Yusuf didamping Kasubag Dokpim Hasnul Yamin di  Gedung Datuk Batu Hampar Jalan Perwira Bagansiapiapi, Senin (13/04/2020).

"Seperti yang pernah saya sampaikan seminggu yang lalu bahwa ke depan angka ODP akan turun secara drastis dari hari ke hari. Kita bisa melihat bahwa angka ODP hari ini tinggal 1015 orang,"tuturnya.

Kata ia, dalam pemandangan data meskipun secara kumulatif total ODP di Rohil sejak awal sampai hari ini 3124 orang. Namun sudah selesai atau sudah habis masa pemantauannya sebanyak 2109 orang.

"PDP masih satu orang. Karena setelah di Rapid test hasilnya negatif, tidak ada tanda tanda gejala kemudian pasien kooperatif maka sesuai tenaga ahli maka pasien boleh isolasi mandiri dengan tetap dipantau oleh tenaga kesehatan,"tuturnya.

Menurut data diperoleh, ODP tertinggi hari ini wilayah Puskesmas Baganbatu sebanyak 220 orang kemudian disusul wilayah puskesmas Balai Jaya sebanyak 130 orang dan  Puskesmas Tanjung Medan sebanyak  108 orang.

Berikut data 20 UPTD Puskesmas yang telah dirangkum pada hari ini, Senin (13/04/2020) jam 14.30 wib diantaranya Puskesmas Bagansiapiapi 80 orang, kemudian Puskesmas Bagan Punak 45 orang,  Puskesmas Sinaboi 13 orang, Puskesmas Pedamaran 3 orang, Puskesmas Bantaian 2 orang, Puskesmas Rimba Melintang 70 orang, Puskesmas Bangko Kanan 107 orang, Puskesmas Bangko Jaya 35 orang, Puskesmas Tanah Putih 10 orang, Puskesmas Sedinginan 58 orang, Puskesmas Tanjung Medan 108 orang, Puskesmas Pujud 13 orang, Puskesmas Rantau Kopar 6 orang, Puskesmas Balai Jaya 130 orang, Puskesmas Bagan Batu 220 orang, Puskesmas Bortrem 41 orang, Puskesmas  Simpang Kanan 13 orang, Puskesmas Rantau Panjang Kiri 9 orang, Puskesmas  Teluk Merbau 32 orang dan Puskesmas Panipahan 20 orang.

Kemudian itu, Ahmad Yusuf menjelaskan bahwa kota Pekanbaru sudah melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun untuk daerah Rokan Hilir masih belum diterapkan lagi. Dikatakannya, selama masyarakat Rokan Hilir (Rohil) menjalankan segala himbauan dan anjuran pemerintah dalam menangani pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) dan daerah Rohil masih zona hijau maka daerah Rohil tidak perlu PSBB.

Oleh sebab itu diharapkan kepada masyarakat disiplin terhadap kebersihan lingkungan, menjaga kesehatan diri, selalu menggunakan masker, melaksanakan physical distancing, berdiam di rumah dan selalu menyampaikan warga yang datang dari luar daerah sehingga virus Corona dapat dicegah oleh tindakan masyarakat sendiri.

"Karena virus Corona ini penularannya melalui orang ke orang yang tanpa kita sadari,"katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa penularan Covid 19 ini dari orang ke orang. Dia tidak akan bisa berjalan sendiri, Dia tidak akan bisa terbang sendiri, dia tetap hidup di salah satu media barang ataupun orang.

"Virus ini bisa berpindah ke orang lain. Untuk itu caranya paling tepat untuk menghindarinya  dengan mengikuti aturan, himbauan dan anjuran  pemerintah, protokol kesehatan yang sudah ditetapkan tatalaksana yang sudah diberikan kepada kita. Hindari kontak orang per orang, caranya mungkin kita lebih banyak di rumah. Jika harus keluar rumah mungkin harus atur jarak, pakai masker dan ikuti cara-cara yang ditetapkan oleh kementerian kesehatan yakni dengan selalu cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir.  Inilah cara-cara yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi atau menghambat percepatan penularan virus corona ini,"tuturnya.

Kemudian itu, kata Ia, beberapa hal yang dapat dia sampaikan terkait dengan PDP yang satu orang kemaren memenuhi rawata

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.