Rudi Junaidi, Ketua IPMR Kota Dumai

DUMAI - Ketua Ikatan Pemuda Minang Riau (IPMR) Kota Dumai, Rudi Junaidi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi penyebaran virus Corona yang begitu cepat penularannya dengan mengikuti anjuran pemerintah setempat.

"Melanjutkan imbauan Pemko Dumai, kami (IPMR, red) meminta kepada masyarakat Kota Dumai khususnya warga minang agar dapat mengurangi aktifitas di luar rumah jika tidak penting, lebih memilih aktifitas di dalam ruangan, sambil tetap menjaga kesehatan dan ibadah," katanya, Sabtu (4/4/2020).

Rudi juga mengharapkan kepada masyarakat untuk selektif dan tidak begitu saja mudah mempercayai informasi yang terlalu banyak beredar di media sosial, grup chatting yang belum tentu valid dan teruji kebenarannya agar terhindar dari hoax.

"Utamakan mencari referensi dari sumber resmi Pemko Dumai dan media yang jelas sumber beritanya. Selain itu masyarakat sebisa mungkin dapat menghindari ''panic buying'' yang bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh dan akan membuat situasi menjadi tidak kondusif," ucapnya.

Disamping itu, media juga diharapkan tidak terlalu mengekspos data korban secara vulgar dan memberitakan sisi edukasi seperti upaya-upaya Pemerintah Kota Dumai dalam mengantisipasi penyebaran virus ini serta bagaimana mengatasi dampaknya.

"Awak media juga harus lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas-tugas kewartawanannya dengan memperhatikan kesehatan, kebersihan, keluarga dan keamanan lokasi liputan," ujarnya mengingatkan.

Sikap tanggap Pemerintah Kota Dumai melalui surat imbauan Walikota Dumai Zulkifli As dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona ini, mudah-mudahan saja dapat berjalan efektif sesuai yang diharapkan.

"Pemko Dumai juga harus rutin meningkatkan koordinasi bersama forkopimda, stakehoder dan seluruh pihak, termasuk dengan seluruh asosiasi pengusaha dalam rangka menjamin ketersediaan stok sembako kepada warga yang terkena dampak," tuturnya.

Menurut Rudi, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan selama seluruh lapisan masyarakat mulai dari ulama, pemerintah dan stakeholder bersinergi melakukan upaya pencegahan. (Sumber/Riautime)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.