LSM TOPAN Minta Kejati Riau Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Prmbangunan Bak Penyulingan Air PDAM Kab. Bengkalis

BENGKALIS - sorotlensa.com - Lebih sepekan Lembaga Swadaya Masyarakat Tim Operasional Penyelamat Aset Negara LSM- TOPAN RI Kabupaten Brngkalis melayangkan surat laporan secara resmi ke pihak penegak Hukum ( kajati Riau ) untuk dapat serius menindak lanjuti laporan terkait dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan pembangunan Bak PDAM Bengkalis  ,karna selain dugaan kecurangan dalam pada Intalasi Pengelolaan Air IPA PDAM Ibukota Kecamatan Bengkalis IKKB, atau lari dari Speck/ kontrak, Topan juga menilai ada dugaa Mark up yang luar biasa pada oelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2019 tersebut.

" kita secara langsung sudah terjun kelokasi pembanguna IPA IKKB  yang merupakan Bak air atau proses penyulingan tersebut,dan kalau kita lihat dari kondisi bangunan yang hanya berukuratan 26,6 meter x 10,60 meter dan tingginya hanya 2'90 dan 3'50 meter itu,apakah tidak mark up dengan anggaran mencapai 3,8 miliyar, sementara kalau kita lihat dari atas, bangunan tersebut hanya di buat dekat atau kotak dan ada sebahagian memakai besi dan kotak polos begitu saja,sementara pemasangan atap bangunan tersebut juga kelihatan tidak rapi dan bagus," terang Nadi selaku Direktur TOPAN Kab. Bengkalis

" kemudian kondisi Bak yang baru di kerjakan itu juga sudah banyak yang bocor bocor dan terlihat jelas ada bekas tampalan,namun tetap air dari bak itu meresap dan keluar,kemudian peralatan lain yang termasuk dari kegiatan itu hanya ada lampu sebayak 5/titik dan pompa air kecil 25 unit serta pipa besi beberapa meter".pungkasnya.


" kita sudah berupaya untuk mencari kontraktor pelaksana,dan konsultan pengawasan terhadap kegiatan tersebut,namun karna kabarnya dari perusahaan Bandung,tak.mungkin kita sampai kesana mencari untuk klarifikasi,makanya supaya lebih jelas biarlah penegak hukum nanti yang akan melakukan proses, karna penegak hukum itu ada dimana mana di negri ini".


Lebih lanjut "secara tegas kita minta Kajati Riau serius dalam menyikapi laporan ini,karna disamping kondisi bangunan itu tidak sempurna ,maksud kita belum seumur jagung kok udah rusak,tambah lagi anggaran nya cukup pantastis dengan ukuran bangunan hanya sebesar itu,dan dalam waktu dekat kita akan surati lagi kajati riau,apakah sudah di tindak lanjuti atau belum, dan andai belum ada progresnya kita akan surati sampai ke kajangun dan KPK" sebutnya.


Ketika dikonfirmasi, Direktur PDAM Bengkalis melauli Humasnya Defri mengatakan bahwa Direktur PDAM Belum bersedia memberikan komentar terkait hal ini.
"pak Direktur belum bersedia di konfirmasi karna kondisi keadaan sekarang lagi musim Corona, namun kalau terkait bagunan itu sampai sekarang belum ada serah terima, kemudian dari rencana awal bangunan itu tidak sesuai dengan yang di harapkan,karna kalau nanti kita paksakan kualitas air nya tidak bagus dan tentunya persediaan obat juga berpengaruh" sebutnya singkat.


Randy Majestica, PPTK Dinas PUPR selaku pemilik gawean di konfirmasi diruang kerjanya 1/4/20 nengatakan.

"pelaksanaan pembangunan Intalasi Pengolahan Air IPA PDAM IKKB tersebut sudah di bayar 100 %, akan tetapi masih ada masa pemeliharaan selama 6 bulan atau sampai bulan juni ini," terang Randi 

Bahkan menurut Randy, dalam kegiatan tersebut tim yang berjumlah 3(tiga) orang berasal dari Badan Pemeriksaan Keuangan Perwakilan Provinsi (BPKP) Riau sekitar bulan desember 2019 kemaren telah melakukan Audit dan penjelasan terkait Anggaran 3,8 miliyar tersebut,  bukan itu saja, akan tetapi ada 1 unit rumah pompa berukuran 3 x 3,5 M didalam ruang pompa tersebut terdapat tangki dengan ukuran 2,4 meter tinggi berdiameter buka 80 cm.


Masih randy "hampir 2'8 miliyar itu pada bagian rekrutmen,termasuk disitu bagian pipa,plat dan pompa,jadi hanya sedikit untuk fisik nya,sementara kalau bangunan itu betul di atas pondasi yang sudah di bangun sebelum nya,"sebutnya..**** Arianto

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.