ROKAN HILIR – Pemerintah kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melaksanakan rapat persiapan menghadapi tatanan kehidupan baru (new normal life) untuk melaksanakan aktifitas disaat pandemi corona virus disease 2019 (Covid 19). Hal ini dilakukan karena hingga saat ini di Rokan Hilir (Rohil) merupakan zona hijau yang nihil kasus positif corona. Sehingga ditengah pandemi Covid 19 yang belum ada vaksin dan belum diketahui sampai kapan masa berakhirnya maka pemerintah Rokan Hilir (Rohil) memikirkan apa langkah-langkah yang akan diambil dalam masa pandemi covid 19 ini. Namun ekonomi dan aktifitas masyarakat tetap berjalan.

“Tentunya melaksanakan aktifitas sesuai dengan protokol kesehatan,”tuturnya bupati Rokan Hilir (Rohil) H.Suyatno ketika ditemui journalis  di gedung pertemuan serbaguna Misran Rais Jalan Utama Bagansiapiapi, Minggu (31/05/2020).

Ikut hadir dalam rapat persiapan tatanan kehidupan baru tersebut ketua DPRD Rohil Maston, Dandim 0321/Rohil Letkol arh Agung Rachman Wahyudi,SIP,MIPol, Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SIK,Msi, Kajari Rohil Gaos Wicaksono,SH.MH, Kakankemenag Rohil H.Sakolan Sag, wakil bupati Rohil Drs H. Jamliluddin, plt sekdakab Rohil HM Job Kurniawan,SAP, pimpinan tinggi pratama dilingkungan pemkab Rohil, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, para pengusaha, ketua DMI Rohil Wazirwan Yunus,S.Sos dan pengurus Mesjid dan musholla kecamatan Bangko.

Dikatakan orang nomor satu di Rokan Hilir (Rohil) dalam menghadapi tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid 19 ini bagi masyarakat menjalankan ibadah di bolehkan namun harus memperhatikan dengan menjalankan sesuai protokol kesehatan.

“Untuk umat Islam, rumah ibadah mesjid dan musholla kita bolehkan kembali. Para jemaah dan masyarakat melaksanakan sholat dengan mengacu kepada protokol kesehatan yakni menggunakan masker, sebelum masuk rumah ibadah mencuci tangan, jaga jarak, tidak bersalaman dalam arti tidak menyentuh dan membawa sajadah dari rumah. Sebelumnya rumah ibadah itu harus disemprot disinfektan dan tidak menggunakan karpet,”ujarnya.

Dikatakannya, hal ini merupakan kelonggaran pemerintah yang di berikan kepada daerah Rohil karena masih zona hijau dengan nihil kasus positif corona.

“Patroli yang biasanya sampai jam 21.00 wib maka dalam meningkatkan ekonomi masyarakat patroli dilakukan hingga jam 22.00 wib dengan syarat membatasi pembeli yang biasanya 20 meja di batasi 10 meja. Kafe juga begitu jangan terdengar suara musik. Kursi dan meja juga dikurangi, termasuk orang berjualan bakso. Patroli tetap dilakukan hingga akhir bulan Juni 2020,”jelasnya. 

Dikatakannya, kabupaten Rokan Hilir (Rohil) bakal ditunjuk sebagai pilot projek tatanan kehidupan baru (New Normal life). Maka diperlukan kesadaran masyarakat dalam menjalankan kehidupan dan aktifitas sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kerjasama semua elemen baik pemerintah, gugus tugas, petugas kesehatan TNI Polri dan masyarakat sangat penting. Begitu juga kesadaran masyarakat dalam melakukan aktifitas keluar rumah harus menggunakan masker. Ini sangat penting sekali. Kebersihan lingkungan dan diri juga sangat penting. Biasakan tidak menyentuh orang lain. Jika melakukan bersalaman dengan cara jarak jauh saja. Ini harus dijadikan kebiasaan-kebiasaan kita. Memang untuk mendisiplinkan masyarakat itu sangat berat namun kita akan berupaya untuk memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat. Karena sampai hari ini tidak ada jaminan kapan berakhirnya Covid 19 ini,”tuturnya. 

Oleh sebab itu, kata ia, masyarakat harus menjaga aturan aturan yang telah di buat pemerintah untuk dilaksanakan dan diikuti pada kehidupan sehari-hari.*

Orang nomor satu di Rohil ini menegaskan, aktifitas warga selama ini dengan selalu menggunakan masker dan cuci tangan harus di tingkatkan lagi. Daerah Kabupaten Rokan Hilir yang akan ditunjuk gubri sebagai  pilot projek new normal life (percontohan tatanan kehidupan baru) maka warga masyarakat diharapkan membiasakan diri dengan tatanan kehidupan.*

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.