DUMAI - menanggapi pemberitaan yang mulai jadi pembicaraan hangat akhir-akhir ini perihal dekatnya bursa pemilihan Ketua PWI kota Dumai periode selanjutnya yang kemungkinan Besar akan di laksanakan melalui konferkot.

Ketua Serikat Pekerja Nasional(SPN) Kota Dumai ikut memberikan Pendapat,saat di konfirmasi di kantornya, Alvin sapaan dekat beliau menyampaikan tanggapan seriusnya terhadap akan dilaksanakan nya konferkot pemilihan Ketua PWI kota Dumai yang insya Allah akan dilaksanakan tahun ini. Sebab beliau merupakan Salah Satu Insan Pers pemula dan baru menerjuni Dunia jurnalistik(20/06/2020).

Saat dikonfirmasi media, Alvin menyampaikan "Dunia jurnalistik bagaikan kuping untuk mendengar dan Mata untuk melihat serta tangan untuk menggerak, saya menyampaikan begitu sesuai dengan pengalaman yang saya lalui semenjak menekuni profesi ini. Tidak semua orang mampu menekuni profesi ini, Anda perlu pendengaran yang maksimal, penglihatan yang akurat dan tulisan yang sesuai," ucapnya

"Ada beberapa nama yang saya dengar akan memeriahkan konferkot pemilihan Ketua PWI kota Dumai mendatang,namun ini lah demokrasi," sambungnya

Ada 4 poin menurut Alvin seharusnya dimiliki calon Ketua PWI kota Dumai mendatang,  1.Calon Ketua Mendatang diharapkan secara konkrit mampu mengakomodir kwalitas para wartawan yang berada dalam perusahaan media yang ada di Kota Dumai
2. Calon Ketua Mendatang mampu mengayomi dan memperkuat kualitas Dari para wartawan di Kota Dumai baik secara pendidikan dan pelatihan
3. Calon ketua mendatang mampu menjadi ayah Dan ibu yang selayak nya bagi wartawan yang ada di Kota Dumai
4. Calon Ketua mendatang mampu menciptakan program kelulusan UKW secara Profesional Sebanyak 30 s/d 50 wartawan setiap tahunnya. 

"Menurut Pendapat saya, kompetensi diharapkan menjadi prioritas yang memacu spotifitas dan kwalitas,jangan ada kasta kita bisa Karena kesempatan Mari ciptakan regenerasi paduan suara yang kuat," tukasnya

Saat dikaitkan dengan ketenagakerjaan dan perburuhan tentang fungsi publikasi, "pekerja/buruh adalah omset terbesar negara ini sebab tanpa jasa maka barang tak kan produktif, tanpa pemberitaan peristiwa takkan terungkap dan diketahui, Maka Dari itu tanpa publikasi takkan ada ruang untuk melihat, mendengar Dan menggerakkan",Tutupnya.(red)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.