Ilustrasi/Net

BANTAN - Sebanyak 18 kepala Keluarga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Dusun Limau, Desa Kembung Luar Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis merasa lega, pasalnya bantuan sebesar yang semula Rp. 600.000 diduga telah di potong oleh kepala Dusun telah dikembalikan seutuhnya.

Ketika awak media ini meminta konfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Desa sudah di kembalikan seutuh nya.

"Tidak ada lagi pemotongan terhadapa Bantuan Sosial  Tunai di Desa kembung luar ini, semua sudah saya sampaikan kepada pak Dusun untuk memberikan kembali terkait isu pemotongan yang di lakukan oleh Dusun sebesar 100 ribu per KK," sebut Kepala Desa Kembung Luar M. Ali via selulernya pada awak media ini 3/6/20.

"Awalanya niat pemotongan yang di lakukan oleh Dusun Limau itu hanyalah untuk di berikan kepada warga kita yang sama sekali tidak terdata sebagai penerima bantuan apapun,namun setelah pintu bantuan dari provinsi terbuka,lalu mereka kita masukkan sebagai penerima bantuan dari provinsi, makanya kita minta sama pak dusun mengembalikan sepenuh nya bantuan yang di potong.

Memang ada juga warga kita ini tidak terima masalah pemotongan itu,namun karna hal itu tadi,kadus coba berupaya,agar tidak terjadi rasa cemburu Sosial, intinya permasalahan ini sudah Tidak ada masalah, dan mereka penerima pun sudah menerima hak nya sepenuhnya' kalau masyarakat menyampaikan sampai 18 keluarga  itu tidak benar, karna penerima BST di Dusun Limau itu hanya 12 penerima," terang Kades.

Sebelum nya beberapa warga menyampaikan pada awak media ini,bahwa bantuan yang di terima warga terjadi pemotongan 100 ribu per kepala kelarga,sedangkan dari jumlah yang disampaikan warga tersebut sekitar 18 kepala keluarga.

Keluh warga pada awak media ini, "Apakah bantuan Imbas Covid ini bisa di potong atau di bagi dengan orang lain,padahal kita juga dengar kalau bantuan imbas covid dari pemerintah tak boleh di potong potong," sebut warga. 

Pewarta : Arianto.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.