MERANTI - Dalam menerapkan tatanan New Normal untuk 1 Juli 2020 mendatang, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Meranti Drs. H. Irwan M.Si intruksikan semua Organisasi Perangkat daerah (OPD) terkait untuk mempersiapkan Draft SOP sesuai perunjuk dari Kementrian dan Pusat. Kamis (18/06/2020)

Dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin Bupati Kepulauan Meranti Drs. Irwan M.Si didampingi Ketua DPRD Meranti Jack Ardiansyah, Kapolres Meranti AKBP. Taufik Lukman, dan Sekda Meranti Bambang Supriyanto SE MM, dan dihadiri Forkopimda Kemenag Meranti Agustiar SAg, dan Kepala OPD terkait.

Bupati Irwan mengatakan penerapan New Normal dapat segera diberlakukan, namun penyebaran virus Covid-19 di Meranti harus terus diperhatikan. 

Menurutnya dengan membuat Standart Opresional Prosedur (SOP) sesuai dengan protokoler kesehatan yang diperuntukan kepada masyarakat, kalangan dunia usaha, pengelola rumah ibadah, sektor pariwisata, perhubungan, pasar, sekolah serta kantor pelayanan publik. 

Menyikapi perberlakuan New Normal di Meranti, Ketua DPRD Meranti Jack Ardiansyah   mendukung penuh dengan upaya yang dilakukan oleh Pemda Meranti ini dengan catatan segala aturan dan kebijakan yang dikeluarkan saat penerapan New Normal nanti sesuai dengan aturan Kementrian dan Pusat agar tidak membingungkan masyarakat nantinya.

"Kita sangat mendukung upaya Pemda untuk penerapan New Normal, namun jangan sampai aturan yang dikeluarkan oleh masing masing institusi saling bertentangan karena akan membingungkan masyarakat nantinya," Jelas Jack

Selanjutnya AKBP. Taufik Lukman mengatakan bahwa, penerapan New Nomal di Kepulauan Meranti harus sesegera mungkin dilakukan, walaupun Meranti saat ini sudah kembali di Zona Hijau, ini bukan berarti kita menyepelekan dampak dari virus Covid-19 ini, maka dari itu saya menghimbau kepada masyarakat jangan terlalu Over Confident dan  tetap secara disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, Kapolres Taufik juga mengusulkan kepada Pemda Meranti sebelum diberlakukanya New Normal pada 1 Juli 2020 nanti, sekiranya dapat membentuk Pilot Project Kampung Tangguh Nusantara ditiap Kecamatan, guna untuk melihat seberapa besar kesiapan masyarakat di masing-masing Kecamatan untuk penerapan New Normal. 

"Tentunya hal ini dapat menjadi indikator, seberapa besar efektifitas dalam penanggulangan Covid-19 ini dan untuk permasalahan keamanan, serta  meminimalisir peredaran Narkoba diwilayah Kepulauan Meranti," Kata Kapolres

Menyangkut kesiapan yang telah dilakukan untuk menghadapi New Normal Meranti pada 1 Juli 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti H. Nuriman mengatakan jika penerapan New Normal saat sekolah kembali dibuka, pihaknya telah menyiapkan panduan yang harus dilakukan oleh pihak sekolah, siswa hingga wali murid.

"Kita sudah menyiapkan secara detil panduan yang sesuai dengan protokol kesehatan, misalnya dengan pembagian sift atau jam belajar agar kelas tidak terlalu penuh atau berkumpul, penyiapan alat Thermo Scanner, Handsanitizer, serta penyeprotan Disinfektan secara berkala," jelas Nuriman.

Meski begitu, Nuriman mengaku belum berani membuka pembelajaran secara tatap muka di Sekolah karena belum ada kebijakan dari Menteri Pendidikan. Andai kata kebijakan Meteri keluar, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan dengan syarat adanya surat pernyataan dari Tim Gugus Tugas, Pernyataan Bersedia Orang Tua, serta kesepakatan dari Komite Sekolah.

Selanjutnya, Kadis Kesehatan dr. Misri Hasanto mengatakan, sebelumnya ada 14 orang Pasien PDP di Meranti yang semuanya sudah dinyatakan sembuh, begitu juga 12 orang yang dinyatakan Positif.

"Kita bersyukur saat ini Kabupaten Meranti sudah kembali ke Zona Hijau, semua pasien positif yang dinyatakan sembuh sudah boleh dipulangkan," Jelasnya.

Melihat kondisi itu, Dr Misri Hasanto menyimpulkan jika telah mengacu pada indikator kesehatan, Penerapan New Normal di Meranti sudah dapat dilakukan. Karena pada dasarnya selain Desa Bandul semua wilayah di Kepulauan Meranti berada di Zona Hijau. Begitu juga jika melihat proporsi warga dirumah saja pada wilayah kota, indikator fasilitas kesehatan seperti Fentilator, APD di Rumah Sakit dan Puskesmas yang sudah memadai.    (ADV/DIL)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.