MERANTI - Sebanyak 98 persen tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti ujian sesuai aturan Kementrian Pendidikan Nasional pada tahun 2020.

"Mereka ujian mengikuti anjuran yang telah di tetapkan, karena ujian akhir sekolah tahun ini menyesuai dengan kurikulum pada masing-masing mata pelajaran di sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Nuriman Khair melalui Kepala Bidang Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Syafrizal. Rabu lalu

Ia mengatakan, Dinas Pendidikan masih memakai sebagian peraturan yang sama dengan mengeluarkan sifat sementara terlebih dahulu, sampai diterbitkan Ijazah yang asli.

"Sekolah di perdesaan lulus semua, namun yang tidak lulus memang sengaja mereka tidak ikutkan dan mundur dari sekolah, mereka yang suka melawan kepada guru saat proses belajar mengajar sering tidak masuk, tapi hanya sekian persen saja," beber Syafrizal.

Ia juga berharap, untuk sementara perserta didik yang lulus hasil sekolah untuk bersabar, sementara menunggu diterbitkannya ijazah mereka,lalu memampaatkan ijazah mereka dengan baik untuk ke jenjang berikutnya.

"Ijazah mereka belum sampai atau belum siap pihak kita masih menunggu," bebernya.

Ia juga menjelaskan, untuk Penerimaan siswa-siswi yang baru, harus sesuai dengan teknis dan juknis yang sudah diedarkan oleh dinas pendidikan Serta kuota yang telah ditentukan untuk masing masing sekolah.

Berdasarkan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun 2020/2021, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Selatpanjang sudah menerima murid baru sebanyak 135 orang.

"Berdasarkan surat edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) beberapa waktu lalu, aktifitas pembelajaran dialihkan ke rumah masing-masing sampai waktu yang telah ditetapkan," Ucap Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Selatpanjang Alfian Husin S pd. Senin (13/07/2020)

Ia juga menambahkan, penggunaan Smartphone akan kami manfaatkan untuk berkomunikasi dengan orang tua siswa dalam memberikan bahan ajar serta tugas-tugas apa saja yang akan dikerjakan. 

Dengan mengandalkan pembelajaran jarak jauh menggunakan Goggle Classroom tentunya akan memudahkan dalam memberikan bahan ajar nantinya.

"Namun bagi yang tidak mempunyai Smartphone, Orang tua bisa meminjam buku pelajaran yang sudah berjalan sebelumnya," Tuturnya

Dengan cara tersebut, tentunya Pencegahan Penyebaran Covid-19 dapat dilakukan, dimana para melihat para pelajar sangat berpotensi terpapar dan menyebarkan Virus berbahaya tersebut.     (DIL)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.