MERANTI - Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Dr Kamsol MM, membuka sekaligus mengikuti kegiatan Konsultasi Publik II Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) di Aula Biru Kantor Bupati Meranti. Senin (23/11/2020).


Rencana pembangunan jangka menengah 2021-2026, untuk menghimpun semua isu strategis dari para pemangku kepentingan dalam penyusunan RPJMD Meranti kedepannya.


Kepala Bappeda Kepulauan Meranti, Riski Hidayat mengatakan kegiatan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) adalah untuk menganalisis secara sistematis, menyeluruh dan partisipastif yang bertujuan menjamin bahwa prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam proses pembangunan daerah dan penyusunan kebijakan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2021-2026.


Kemudian Sekda Meranti, Dr Kamsol MM melakukan konsultasi dengan semua pemangku kepentingan untuk penajaman serta penyamaan persepsi dalam menghasilkan rumusan isu strategis di Kepulauan Meranti sehingga rencana pembangunan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tidak meninggalkan aspek lingkungan hidup.


"Nantinya, didalam KLHS terdapat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Indikator Pembangunan Meranti dalam 5 Tahun kedepan yang lebih fokus pada kepentingan masyarakat," ujar Kamsol. 


Diakui Kamsol, pelaksanaan RPJMD Meranti sebelumnya telah berhasil menekan angka kemiskinan Meranti, dari 43 persen saat Meranti terbentuk menjadi 27 persen saat ini. Keberhasil itu ditunjang oleh program pembangunan Meranti yang tepat sasaran dan menyentuh pada kepentingan masyatakat dimana program pembangunan Meranti difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan dan aksesbilitas.


"Pemkab Meranti sangat menyadari angka kemiskinan sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan, kesehatan dan aksesbilitas pada  setiap kondisi daerah. Artinya dengan baiknya ketiga faktor ini, maka akan mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," katanya


Dan melalui KLHS saat ini, diharapkan dapat dirumuskan strategi pembangunan yang jitu agar Pemerintah Daerah yang didukung oleh instansi terkait dan masyarakat berhasil mewujudkan cita-cita pembangunan yang diinginkan bersama.


Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Meranti juga menghimpun masukan dari akademis khususnya dari Pusat Kajian Lingkungan Hidup Universitas Riau Yang dipaparkan oleh Dr Suwondo.


Dalam pemaparannya, Dr Suwondo sangat mengapresiasi keberhasilan Pemkab Meranti dalam menjalankan program pembangunannya yang dinilai Pro Rakyat. Hal itu dibuktikan bahwa Pemkab Meranti mampu menekan angka kemiskinan yang sebelumnya sangat tinggi melalui pelaksanaan program pembangunan yang strategis dan tepat sasaran dengan terlalu berhantung dengan DBH Migas.


"Kita melihat angka kemiskinan Meranti masih cukup tinggi tapi pertumbuhan ekonomi sangat positif berbeda dari daerah lainnya seperti Bengkalis dan Siak yang kaya namun memiliki ketergantungan yang besar terhadap DBH Migas. Artinya konsep pembangunan yang dijalankan oleh Pemkab Meranti dinilai sudah menyentuh kepentingan masyarakat yang secara otomatis ikut mendorong pertumbuhan ekonominya," ujar Suwondo. 


Selain menilai program pembangunan Meranti yang dijalankan saat ini sudah tepat sasaran dan menyentuh masyarakat, pakar kajian lingkungan Universitas Riau itu juga menyarankan agar Meranti survive ditengah Pandemi Covid-19 ini. Dapat lebih fokus pada pembinaan sektor UKM/UMKm dan Pertanian Perkebunan.


"Hasil dari analisa Sektor UMKM dan Pertanian sangat kebal terhadap pengaruh Pandemi Covid-19 dan strategi ini dapat menjadi pilihan program pembangunan dalam 5 tahun kedepan," sambungnya


Kemudian, Suwondo menyarankan agar program pembangunan daerah dapat dukungan dari Provinsi dan Pusat harus pula disinergikan dengan program Pemerintah Pusat dan Provinsi yang sudah terintegrasi.


Berdasarkan masukan dari Dr Suwondo, menurut Sekda Kamsol sudah sejalan dengan program pembangunan yang dijalankan Meranti saat ini seperti terus mendorong potensi Sagu Meranti melalui Sentra Sagu Terpadu yang sudah dibangun, Potensi Perikanan Meranti melalui budidaya Kakap Putih, dan pengembangan Pakan Ternak yang disebut dengan Sagu Parut Kering untuk meningkatkan produksi ternak Meranti yang ekonomis.   (Rls/DIL)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.