MERANTI - Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Kepulauan Meranti berupaya mengantisipasi politik uang (money politic) dengan modus baru yang disebut transaksi elektronik money politic.


Untuk mengantisipasi E-money politic ini, Gakkumdu menjalin komunikasi dengan pihak Perbankan.


"Dimasa era digital saat ini, modus penjahat politik modern sangat perlu kita antisipasi, salah satunya transaksi money politic melalui elektronik," kata Ketua Bawaslu Kepulauan Meranti Syamsurizal, saat dikonfirmasi media sorotlensa. Selasa (1/12).


Syamsurizal berharap, pihak perbankan bisa bekerjasama untuk menciptakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti bersih dari politik uang.


"Kita harap seluruh pihak perbankan bisa bekerjasama dalam menciptakan Pilkada bersih sesuai mekanisme aturan yang berlaku," ujarnya.



Menurut Syamsurizal, terkait modus E-money politic ini sudah dibahas di sentra Gakkumdu antara Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan. 


"Kita akan berupaya semaksimal mungkin menindak pelanggaran-pelanggaran pemilu dalam bentuk apapun itu," bebernya.


Begitu juga disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk. Ia mengaku siap mendukung penyelenggaraan Pilkada Kepulauan Meranti 2020 yang bebas dari politik uang.


Sesuai dengan Tupoksi Polri, dikatakan Eko, jajarannya akan melakukan monitoring sebagai deteksi dini untuk menjaga Pilkada Kepulauan Meranti berjalan dengan elegan dan demokratis.


"Kita juga berkomitmen melakukan penegakan hukum jika memang ditemukan pelanggaran hukum. Karena kita tidak ingin pesta demokrasi ini dicederai dengan adanya politik uang," tuturnya.     (Rls/DIL)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.