Pembacaan deklarasi lawan dan tolak politik uang

MERANTI - Badan Pengawas pemilihan Umum (Bawaslu) gelar deklarasi tolak dan lawan politik uang pada pemilihan bupati dan wakil bupati Kepulauan Meranti Tahun 2020 di Jalan Kartini Ball Room Hotel Grand Meranti. Selasa (01/12) pagi. 


Ketua Bawaslu Syamsurizal mengatakan, setiap jalannya pemilu dari tahun ketahun, demokrasi selalu dihantui dengan politik uang. 


Apalagi dimasa sekarang ini, kita termasuk bagian dari 270 Kabupaten Kota yang melaksanakan pilkada ditengah-tengah pandemi. Ditambah lagi, dengan ekonomi masyarakat yang susah, masa menerima uang pun tidak boleh. 


Ia mengkhawatirkan, dengan ketidaktahuan masyarakat tentang adanya sanksi berat yang diatur oleh undang-undang, justru malah menjadi bomerang untuk masyarakat itu sendiri. 


"Untuk itu, kepada seluruh masyarakat Meranti diharapkan untuk menolak dan melawan politik uang tersebut," harap Syamsurizal


Mari sama-sama kita ciptakan pilkada di Meranti ini secara damai, bersih, dan berintegritas.


"Mudah-mudahan pemimpin yang lahir dari politik yang bersih, dapat menjadi pemimpin yang didambakan rakyat dan dapat menjadikan Meranti lebih baik 5 tahun kedepan," harapnya lagi. 


Selanjutnya, Kapolres Kepulauan Meranti Eko Wimpiyanto SIk, juga menyampaikan untuk menggerakkan Meranti agar lebih maju tentunya perlu dengan cara-cara yang terhormat. Dengan cara tidak melakukan penyimpangan terhadap prosesnya. 

Penandatanganan pernyataan tolak dan lawan politik uang


Kegiatan yang sejauh ini sudah berjalan dengan tertib, aman, dan nyaman. Jangan di kotori dengan hal-hal yang sifatnya mengganggu dinamika demokrasi yang sudah kita jalani bersama. 


Setelah pernyataan sikap ini, harusnya ada langkah nyata dan upaya pencegahan agar tidak terjadi politik uang. 


"Nantinya, kami akan melakukan kerjasama dengan perbankan guna untuk memonitoring terhadap transaksi-transaksi yang mencurigakan dan sifatnya berdampak pada perhitungan suara," beber Eko


Adapun isi deklarasi yang disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan sebagai berikut; 


Pertama, mensukseskan dan mendukung pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020. 


Kedua, berpartisipasi aktif dan ikut serta dalam mengawasi seluruh tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020.


Ketiga, mencegah dan menolak politik uang, sara, dan berita hoax. 


Keempat, tidak akan melakukan intimidasi kekerasan atau aktifitas apapun yang dapat mengganggu proses penanganan dan pelanggaran tindak pidana politik uang dan tindak pidana lainnya. 


Terakhir, mewujudkan pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020 yang damai, bersih, dan bebas dari praktek politik uang. 


Setelah penyampaian deklarasi, Ia juga menambahkan, dengan terpilihnya pemimpin bupati dan wakil bupati nanti, sekiranya bisa bersinergi dengan masyarakat melalui proses yang baik tanpa adanya praktek politik uang apalagi politisasi sara. 


"Jangan sampai harga diri seorang warga Kepulauan Meranti hanya dihargai dengan sejumlah uang," ungkap Irwan     (DIL)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.