DUMAI - Berbicara tentang Gelper, tentu masyarakat langsung akrab dengan nama tersebut, bagaimana tidak Gelanggang Permainan (gelper) yang seyogyanya menjadi tempat bermain segala usia, namun sering menjadi sorotan banyak pihak karena diduga menjadi ajang judi paling populer bagi penggemarnya usia dewasa.


lebih 2 bulan gelper di Kota Dumai tutup, entah apa penyebabnya gelanggang permainan yang menyuguhkan berbagai permainan tembak menembak ikan, burung dan lain sebagainya tersebut sepertinya tidak beroperasi kembali.


Walau seluruh gelper yang ada di Kota Dumai tutup, namun hal tersebut tidak terjadi dipinggiran, seperti halnya  dilokasi Ampang-Ampang yang terletak di Jalan Lintas Sukarno-Hatta, Kecamatan Dumai Timur, yang diketahui adalah sebuah lokalisasi hiburan malam menjadi tempat aman bagi gelper tetap Beroperasi setiap harinya.


Beberapa masyarakat sekitar ketika ditanyai tentang hal ini mengatakan bahwa, gelper yang menyediakan beberapa jenis permainan tembak burung tersebut tetap buka, walaupun di Kota sudah tutup.


" Disini buka kok pak, walau di Kota tutup," ungkap salah seorang warga yang enggan namanya disebutkan.


Namun ia menyebutkan meja gelper tersebut hanya beberapa yang tetap beroperasi dan hanya ada di beberapa titik saja.


" Tapi tidak seperti biasa pak, hanya ada satu dua saja yang buka, dan gak semua tempat buka," tambahnya.


Ketika awak media ini mencoba meminta konfirmai terhadap slah seorang yang disinyalir sebagai pemgelola, namun tidak pernh mendapat jawaban.


Menurut informasi yang dirangkum, titik-titik yang menjadi lokasi tempat meja gelper tersebar disepanjang Jalan Sukarno Hatta, mulai dari Kelurahan Bukit Jin, hingga perbatasan Dumai-Bengkalis.


Hal ini menjadi pertanyaan awak media ini, siapakah pemilik usaha gelper tersebut, lantaran tetap membuka usahanya dikala seluruh gelper di Kota Dumai Berhenti beroperasi.


Ditempat terpisah, salah seorang praktisi hukum di Kota Dumai Agus Susanto SH, berharap pemerintah dan penegak hukum untuk segera bertindak memberantas tempat -tempat yang disinyalir menjadi lokasi gelper yang diduga kental dengan ajang perjudian.


" Mau jadi apa kota kita ini, kalau tempat-tempat perjudian merajalela. Apakah mau dibuat seperti Las Vegas," tutur Agus.


Ditambahkan lelaki yang juga sebagai pembina DPD Ikatan Media Online (IMO) -Indonesia Kota Dumai ini bahwa akibat maraknya gelper, ia khawatir tingkat kriminalitas juga akan meningkat.


" Yah bisa saja kejahatan akan semakin meningkat apabila tempat-tempat seperti itu menjamur, terlebih kita masih dalam situasi pandemi, jangan sampai ada penularan covid-19 yang masif di lokasi gelper tersebut," ucap Agus



" Kedepannya mungkin.. kita akan membuat Surat untuk hearing ke pihak terkait baik pemerintah maupun penegak hukum. Dalam hal ini kepolisian," tegas Agus kembali.


Kapolsek Dumai Timur Kompol Ade Zamrah Sik terbaru ketika di konfirmasi melalui pesan singkat whatsapp mengatakan akan melakukan tindak lanjut informasi tersebut.


" Akan kita cek lapangan dan  tindak lanjuti informasinya,

Karena beberapa minggu ini kita masih fokus karhutla," kata Kompol Ade.(Rif)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.