Kepulauan Meranti - Tim 9 Desa Mayangsari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti bersama pemerintah desa setempat, menggelar pertemuan dengan sejumlah wartawan. Pertemuan yang berlangsung di kantor desa, Ahad (20/6/2021), guna meluruskan informasi yang telah beredar ke publik, terkait realisasi bantuan dana Tanaman Kehidupan (TK) dari PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). 


Turut hadir Kepala Desa (Kades) Mayang Sari, Ibrahim didampingi Ketua tim 9 Desa Mayangsari T. Azmi, Sekretaris tim Azwar Hanas, anggota tim Alamsyah, Mustami, Zakaria, Harfian, Indra, dan Kamaruddin serta komponen lainnya.


Ketua tim 9 Desa Mayangsari, T. Azmi dalam sambutannya mengatakan, bantuan tersebut pada dasarnya merupakan hasil perjuangan dan kerja keras tim 9 yang telah berlangsung mulai pertengahan tahun 2014 dan baru terealisasi tahun ini. Dalam realisasi bantuan tersebut tidak ada satu data ataupun KK warga Mayangsari yang mereka jual, seperti berita miring beredar sekarang.


"Hal ini penting kami luruskan agar masyarakat dan PT. RAPP bisa lebih mengetahui informasi sebenarnya di lapangan. Saya maupun tim 9 dan pemdes tidak pernah menjual data maupun KK warga Mayangsari ke perusahaan. Penyaluran dana TK sudah kami lakukan sesuai aturan dan hasil kesepakatan bersama. Masyarakatpun saat itu bersyukur dan berterima kasih kepada pihak perusahaan yang telah mengabulkan perjuangan kami selama ini," jelasnya.


Dijelaskan T. Azmi, ada sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) yang berhak mendapatkan dana tersebut. Namun, sampai saat ini baru 287 KK yang disalurkan karena sebelihnya masih berada di luar daerah dan sedang berkerja. 


"Kita salurkan dana TK ini memang sesuai aturan, tidak bisa ditransfer, harus yang bersangkutan langsung datang ke kantor desa dengan membawa KK. Dan kita minta tanda tangan pengambilan dana itu sebesar Rp. 500.000,- per KK yang menerimanya. Sehingga sampai saat ini data untuk yang belum berkesempatan mengambil masih utuh ada di kita tim 9 ini, tidak perlu khawatir. Kemudian adanya pemberitaan saya menyebut LSM dan Wartawan suka usil, itu sama sekali tidak benar, saya sangat membantah keras penyataan itu. Jadi, kalau ada yang memberi informasi menyudutkan dan menuduh kami dengan informasi bohong itu semua tidak benar, silakan cek di lapangan dan tanyakan saja langsung kepada masyarakat sebagai penerimanya," terang T. Azmi.


Hal senada juga dikatakan sekretaris tim 9, Azwar Hanas. Menurut dia, sebenarnya ada kekeliruan dalam informasi yang beredar saat ini, perjuangan tim 9 kepada perusahaan baru 70 hektar lahan yang didapatkan, namun karena kepentingan masyarakat banyak tim berinisiatif dan berkoordinasi intens bersama pihak PT. RAPP dapatlah bantuan 300 juta berupa pinjaman yang diperuntukkan pada program berkepanjangan dimasyarakat ke depan.


"Sesuai lahan yang sudah ada baru 70 hektar direalisasikan PT. RAPP dengan harga 70 juta, atas inisiatif kami dapat lah bantuan 300 juta dengan dasar surat pinjaman dari Pemerintah Desa. Sementara setelah disalurkan kepada masyarakat, maka sisa anggaran kami simpan di tim 9 untuk penyaluran tahun mendatang dan sesuai program kami, bahkan perusahaan menyampaikan tidak ada interpensi apapun dengan bantuan ini, sehingga bantuan ini kami gunakan dengan baik dan seefisien mungkin," bebernya.


Ia juga mengungkapkan kekesalannya kepada oknum yang memberikan informasi tidak benar terkait dana TK. Diharapkan informasi yang beredar jangan sampai ditelan mentah-mentah, silakan dipilah dan turun ke lapangan langsung agar keabsahan berita tidak salah dinilai publik.


"Kami sangat menyesal dengan ulah oknum yang menyebarkan informasi hoax ini. Seharusnya konfirmasi dengan baik dan penuh etika terkait keabsahan berita. Padahal oknum penyebar informasi bohong itu abang kandungnya masuk di tim 9, dan beliau juga hadir saat ini, boleh ditanya langsung pak. Kalau bukan kami tim 9 dan Pemdes yang memperjuangkan ini dari dulu, maka saya pastikan bahwa sedikitpun masyarakat Mayangsari tidak merasakan rezeki dari perusahaan. Seharusnya kita berterima kasih dengan PT. RAPP masih peduli terhadap warga desa kita, jangan malah memperkeruh keadaan dengan menyebar berita bohong ke publik," pungkas Azwar Hanas.


Sementara itu, Kades Mayangsari, Ibrahim dalam kesempatan tersebut mengatakan, ucapan terima kasih kepada pihak perusahaan yang mau membantu warga di Desa Mayangsari dan berharap kepada semua pihak jangan mudah percaya dengan informasi yang belum pasti keabsahan beritanya, semoga semua ini ada hikmahnya.


"Sebelumnya kami atas nama Pemdes dan tim 9 Mayangsari menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. RAPP atas bantuan dan kepeduliannya dengan warga kami selama ini. Kita berharap kepada publik, khususnya pihak perusahaan tolong sikapi dan saring dulu informasi yang beredar, mana benar dan mana yang salah agar kedepan semua program yang telah kita canangkan dapat terus berjalan baik. Selain itu, kami berharap kepada PT. RAPP agar kedepan segala kepengurusan kami jangan dipersulit akibat isu yang tidak benar. Saya fikir semua ini ada hikmahnya, mudah-mudahan dengan hal ini dan penjelasan serta data yang kami sampaikan hari ini bisa lebih terbuka lagi keabsahan beritanya," tutur Ibrahim.


Kades mengakui, bantuan TK ini dapat terealisasi dikarenakan atas kebijakan mereka dan perusahaan. Dengan membuat surat permohonan pinjaman dana, sehingga kaluarlah bantuan 300 juta tersebut. Karena alasan itulah dia membantah ketika dituding menjual KK oleh oknum wartawan. 


"Saat saya dikonfirmasi kemarin katanya bungkam, sebenarnya bukan bungkam ataupun menutup-nutupi sesuatu hal, tetapi karena saya tidak mau memberi keterangan data yang sifatnya tidak valid," ungkapnya. (Rls)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.